Home / Belitong Health

Minggu, 12 Mei 2024 - 14:53 WIB

Belitung Fokus Turunkan Angka Stunting, Dipicu Persolan Pola Asuh Bukan Asupan Gizi

Pj Bupati Belitung, Yuspian.

Pj Bupati Belitung, Yuspian.

BelitongToday, Tanjungpandan – Pj Bupati Belitung Yuspian mengatakan pihaknya akan fokus dalam rangka penurunan angka stunting di Belitung.

Saat ini angka prevalensi stunting lima kabupaten/kota di Bangka Belitung meningkat, peningkatan di antaranya terjadi di Kabupaten Belitung.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada 2023 angka stunting meningkat 1,2 persen dari 19,6 persen menjadi 20,8 persen.

“Pengukuran stunting ini banyak versi, ada standar internasional dan nasional, ada juga dari kematian, dan juga ada ukuran tersendiri. Menilai anak bayi lahir dalam keadaan stunting itu. Indonesia itu beda yang dikatakan tinggi tapi beda di Eropa, bahkan internal kita masih ada perbedaan, tapi apapun itu kita berharap anak kita tumbuh optimal,” kata Yuspian, Sabtu 11 Mei 2024.

Baca Juga  Kadis Perkim Belitung Timur Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan, Cegah Timbulnya Kawasan Kumuh

Yuspian menerangkan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

“Memang salah satu indikator tinggi, panjang badan kalau masih bayi itu, dengan keadaan berat tertentu,” bebernya.

Yuspian menyebutkan, mereka tidak akan berfokus pada angka itu, namun akan fokus dengan ibu-ibu yang hamil, karena masalah stunting itu bukan masalah ekonomi yang paling dominan.

Tetapi, tentang pengetahuan dan pola hidup di masyarakat serta perilaku keseharian.

“Nah, anak-anak kita sekarang itu ibu-ibu yang sedang hamil muda itu kita bantu treatment,” terangnya.

Baca Juga  Susu Kacang: Rahasia Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Mendapatkan Berat Badan Ideal dengan Mudah!

Ia menyebutkan, program pemerintah itu banyak gagal dalam tahap eksekusi, misalnya ketika masyarakat diberikan pil atau vitamin itu belum tentu diminum oleh masyarakat.

Selain itu, misalnya diberikan makanan tambahan, namun belum tentu dimakan juga, sebab makanan itu harus tepat waktu.

“Jadi program kita itu harus disesuaikan dengan masyarakat kita,” pungkasnya.

Kemudian ia menyebutkan, lingkungan keluarga juga belum mendukung ibu hamil itu untuk memastikan makanan yang bergizi serta protein tinggi.

“Kita harap generasi kita harus lebih baik, dan kita akan terus edukasi dan dipraktekkan, karena kalau hanya edukasi itu belum tentu dilakukan. Jadi harus dipastikan saat itu juga misalnya,” tandasnya. (Adoy)

Share :

Baca Juga

Kepala BKKBN RI

Belitong Health

Kepala BKKBN RI Kukuhkan Forkopimda Sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) Babel

Belitong Health

Berburu Takjil di Manggar Aman! 25 Sampel Diuji, Tak Ditemukan Bahan Berbahaya
Jantung

Belitong Health

Ini Cara Atasi Kolesterol Rendah untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Belitong Health

Kemenkes RI – Dinkes Bagikan Obat Pencegahan Kaki Gajah

Belitong Health

Update Capaian Vaksinasi Covid-19 di Belitung, 54.283 Orang Sudah Mendapat Vaksin Booster
Leukemia

Belitong Health

Mengenal Tanda-tanda Leukemia yang Banyak Menyerang Anak-anak di Sumut

Belitong Health

Update Data HIV/AIDS di Belitung, 23 Kasus Baru Ditemukan, Hindari Perilaku Seks Berisiko!

Belitong Health

Kabar Baik, Angka Prevalensi Stunting di Belitung Tahun 2022 Turun!