Home / Belitong Politics

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:59 WIB

‎RDP Lanjutan Sengeketa Tanah di Keciput, APDESI Sayangkan BPN Tidak Penuhi Rekomendasi DPRD Belitung

RDP DPRD Belitung soal sengketa tanah di Desa Keciput di Ruang Banmus DPRD Belitung, Selasa 9 Desember 2025.

RDP DPRD Belitung soal sengketa tanah di Desa Keciput di Ruang Banmus DPRD Belitung, Selasa 9 Desember 2025.

‎BelitongToday, Tanjungpandan – APDESI Kabupaten Belitung kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Belitung terkait sengketa tanah di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Belitung.

‎RDP berlangsung di Ruang Banmus DPRD Belitung, Selasa 9 Desember 2025.

‎”Jadi terkait RDP pada hari ini sebenarnya kita membahas masalah lahan di Desa Keciput, tidak sedikitpun kami menggubris permasalahan hukum yang sedang berjalan,” kata Ketua APDESI Belitung, Yahya, Selasa 9 Desember 2025.

‎Yahya sampaikan, dalam RDP tersebut mereka berharap pihak BPN Belitung benar-benar menundukkan terkait sertifikat atas nama Honcong sesuai dengan kondisi yang ada pada tahun 1990 bukan dikonversikan pada tahun 2024 dan 2025.

‎”jadi itu sebenarnya, pengembalian batas benar-benar pada masa itu, jadi kalau memang tanah itu ada sisa maka dijadikan sisa saja jangan digeser-geser atau diubah-ubah,” pungkasnya.

Baca Juga  Dua Pesawat Charter Flight dari Singapura Mendarat di Hanandjoeddin, Momentum Bersejarah!

‎Pihaknya memberikan apresiasi kepada DPRD Belitung yang menyambut baik dan  merespon dengan cepat terkait aduan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

‎”Jadi pada intinya yang kami sampaikan pada hari ini terkait administrasi bagian tata pemerintahan yang terkait dengan pertanahan, jadi jangan ada bias apalagi kesenjangan antara BPN dengan pihak desa, tanpa dari pihak desa pun sertifikat tidak bisa, BPN itu tidak bisa sekonyong-konyong menerbitkan sertifikat sendiri, berkaitan dengan pelayanan masyarakat,” jelas Yahya.

‎Selanjutnya Yahya juga berpendapat bahwa RDP yang dilakukan pada hari ini belum maksimal. Hal ini lantaran BPN Belitung belum bisa menunjukkan berita acara pengukuran satu dan dua.

‎Dalam berita acara tersebut seharusnya dituangkan dan diperlihatkan apa yang terjadi di pengukuran 1 dan 2.

‎”Intinya pada hari ini tidak ada titik terang dan tidak ada keputusan terkait dengan permasalahan di Desa Keciput terkhusus dengan sertifikat Nomor 177 tahun 1990 atas nama Honcong, jadi tidak tahu tanah itu benarkah ukurannya segitu atau ada sisa atau tidak,” paparnya.

Baca Juga  12 Orang Pendaftar Baru Calon Anggota Panwascam Pilkada 2024 Ikuti Tes Wawancara

Yahya juga menilai RDP ini kurang memuaskan apabila dikaitkan dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPRD Belitung dalam RDP beberapa waktu lalu.

‎Dalam rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPRD Belitung, BPN Belitung harus menyiapkan hasil ukur ulang di poin 1 dan 2 namun dalam rapat tadi tidak dipenuhi dan disampaikan oleh BPN Belitung.

‎”Kami dari APDESI Belitung memandang status quo terkait lahan tersebut belum dihapuskan karena tidak memenuhi poin satu yang disampaikan dalam rekomendasi DPRD beberapa waktu lalu,” tegas Yahya. (Nazriel)
‎
‎

Share :

Baca Juga

Belitong Politics

Ketua DPRD Belitung Nilai Sahani-Isyak Bekerja Maksimal Lewati Masa Sulit Pandemi Covid-19
Suasana RDP antara massa demonstrasi bersama Ketua DPRD Belitung beserta anggota sekaligus perwakilan PT Foresta Lestari Dwikarya di Ruang Banmus DPRD Kabupaten Belitung

Belitong Politics

Kecewa Mediasi Gagal, Massa Bakal Tutup Akses Operasional Foresta Lestari

Belitong Politics

Miliki Kesamaan Visi dan Misi, Azwardy Azhar Ambil Formulir Pencalonan Pilkada 2024 di DPD Nasdem Belitung

Belitong Politics

Pj Bupati Belitung Berharap Tahapan Kampanye Pilkada 2024 Berjalan Lancar

Belitong Politics

Bawaslu Belitung Awasi Tahapan Pilkada 2024

Belitong Politics

‎Banyak UMKM Mode Bertahan Hidup, Fraksi NasDem Desak Pemkab Belitung Punya Peta Jalan UMKM Naik Kelas 2027
Bawaslu Belitung

Belitong Politics

Bawaslu Belitung Awasi Proses Seleksi Anggota PPS KPU

Belitong Politics

DPRD Belitung Gelar Paripurna Tanggapan Bapemperda Terhadap Pandangan Pj Bupati Atas Dua Raperda Inisiatif