“Hal yang menjadi latar belakang mereka untuk melakukan kegiatan itu yakni isu lingkungan dan isu ekonomi, setelah melakukan kajian potensi di Air Serkuk, maka solusi berupa agrowisata sawah diusulkan dan disambut baik oleh kelompok tani iding-iding bahagia,” kata Sartika.
Menurut Sartika, kegiatan membentuk agrowisata telah berlangsung selama 5 bulan sejak Juli hingga November.
Hasil dari pelaksanaan P2MD yakni tersusunnya master plan dan business plan agrowisata sawah iding-iding bahagia. Pembangunan fisik berupa photobooth sebanyak 3 buah, saung sebanyak 1 buah, perbaikan saung sebanyak 3 buah, serta perbaikan jalan setapak di agrowisata itu.
“Pembangunan yang tidak terealisasikan mengingat keterbatasan dana yakni tidak dapat membangun jembatan penghubung antar petak sawah,” bebernya.
Sartika memaparkan, produk yang ditawarkan adalah edukasi sawah yaitu mengajarkan pada pengunjung cara menanam dan merawat padi dan sayur. Adapun produk kulinernya mengusung budaya lokal yakni makan bedulang dengan menu-menu khas Belitong.
“Ketercapaian yang kami banggakan dari kegiatan ini adalah semangat kelompok tani untuk menanam kembali sawah mereka sehingga isu lingkungan berupa alih fungsi lahan sawah dan isu ekonomi bisa pelan-pelan teratasi,” jelasnya.







