BelitongToday, Manggar – Kabar buruk kembali menimpa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Zein Kabupaten Belitung Timur beberapa hari lalu.
Pasalnya sejumlah dokter spesialis di RSUD tersebut dikabarkan mogok kerja.
Akibat hal tersebut, masyarakat Beltim yang seharusnya mendapatkan layanan dari dokter spesialis, terpaksa dokter umum yang melayaninya.
Direktur RSUD Muhammad Zein, Vonny Primasari menanggapi kabar soal mogoknya dokter spesialis itu tidak benar.
“Sebenarnya kami tidak mau memblow-up keluar, informasi yang beredar itu bukan mogok hanya “penundaan pelayanan”. Karena, jika orang mengatakan mogok itu berarti tidak ada pelayanan sama sekali,” kata direktur RSUD Beltim kepada BelitongToday, Selasa (14/3).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penundaan pelayanan dokter spesialis untuk masyarakat tersebut terjadi karena dokter yang bersangkutan berhalangan hadir.
“Karena ada sebagian dokternya sakit dan ada yang pelatihan, surat izinnya ada kok,” bebernya.
Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa sekarang dokter spesialis yang sebelumnya kompak tidak masuk sudah mulai melakukan pelayanan.
Bahkan sudah ada di antara beberapa dokter yang sudah melakukan tindakan pelayanan operasi untuk pasien.
“Intinya sudah tidak ada masalah lagi selama mereka sudah balik lagi ke sini dan melakukan pelayanan,” pungkasnya.
Oleh karena itu, ia berharap semua pihak menanggapi kasus tidak masuknya sebagian dokter spesialis pada saat jam layanan, dengan bijaksana.
Sementara itu, ketika disinggung terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dokter spesialis yang terancam mendapat pemotongan oleh pemda, dirinya memilih bungkam.
“Kalau itu no comment bang,” ujarnya singkat. (Mg1)







