Selain itu, Kades Tanjung Rusa, Agus menyampaikan keluh kesahnya terkait infrastruktur (jalan) di Tanjung Rusak yang sejak tahun 1980 hingga saat ini belum diperbaiki, dengan harapan agar anggota Dewan dan masyarakat bisa mendukung perbaikan infrastruktur.
Perwakilan BPD Desa Juru Seberang, meyebutkan mengenai pembangunan Desa Juru Seberang yang belum maksimal, mengingat Desa Juru Seberang masih didominasi oleh hutan. Dia meminta dukungan kepada pihak Dewan, Bupati, dan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan ini.
Sedangkan BPD Desa Air Selumar, menyampaikan mengenai perkembangan terhadap konsentrasi HTI di Desa Air Selumar yang berakibat pada semakin sempitnya lahan. Dia meminta kepada Dewan dan Bupati untuk menindaklanjuti hal ini.
Kepala Desa Perawas, Yahya menyampaikan ada empat hal yakni mengenai anggaran untuk aset jalanan aspal, meminta agar aturan Permendagri bisa direvisi, mengenai tunjangan untuk para Perangkat Desa sebagai bentuk apresiasi, mengenai penduduk pendatang, dan mengenai Tahura (Hutan Raya yang dalam hal ini Hutan Konservasi Gunung Lalang).
Dari beberapa persoalan di atas didapatkan solusi yang disampaikan oleh Ketua DPRD Belitung, Ansori yakni DPRD mendukung pembangunan tempat ibadah dengan catatan harus memenuhi aturan dan syarat yang berlaku.
Ketua DPRD meminta kepada para Kades untuk berinovasi dengan Perdes agar tidak terpaku pada Perdes APBD saja, namun bisa dibuatkan Perdes lain demi terselenggaranya kebijakan Desa sebagaimana mestinya.
“Mengenai infrastruktur, kembali ke anggaran, mengingat anggaran yang ada tidak sepadan dengan banyaknya jalan di Belitung yang panjangnya kalau ditotal hampir 500 kilo sehingga terjadi keterbatasan anggaran. Maka dari itu, ini harus dilakukan secara bertahap,” bebernya. (Mg1)







