BelitongToday, Tanjungpandan – Suasana hening dan sepi menyelimuti ruangan gereja Katolik Paroki Regina Pacis Tanjungpandan yang terletak di jalan Melati, Kelurahan Parit, Tanjungpandan, Selasa 22 April 2025 malam.
Terlihat foto Bapa Suci Paus Fransiskus berukuran sekitar 60 x 60 centimeter diletakkan di depan altar Gereja Katolik Paroki Regina Pacis Tanjungpandan.
Masing-masing umat Katolik yang hadir terlihat saling menundukkan kepala untuk mendoakan keselamatan arwah Bapa Paus Fransiskus.
Gereja Katolik Paroki Regina Pacis Tanjungpandan menggelar kegiatan doa bersama untuk Paus Fransiskus yang meninggal dunia pada usia 88 tahun, Senin 21 April 2025.
“Kami melaksanakan doa bersama bagi keselamatan arwah Bapa Paus Fransiskus,” kata Sekretaris Pipa Paroki Regina Pacis Tanjungpandan, Yohannes Djohan Wijaya, Selasa 22 April 2025 malam.
Pelaksanaan kegiatan doa bersama dimulai pukul 18.00 WIB dengan dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Katolik Regina Pacis Tanjungpandan, R.D Fransiskus Paskalis didampingi oleh Assistant Pastor R.D Gonzales Kun.
Adapun pelaksanaan doa bersama ini diikuti oleh ratusan umat Katolik yang berasal dari komunitas-komunitas basis Gerejawi.
“Malam ini semuanya kumpul mengadakan doa bagi keselamatan arwah Bapa Paus Fransiskus,” jelasnya.
Profil Paus Fransiskus
Djohan menyebutkan, Paus Fransiskus adalah Paus Gereja Katolik ke-266 yang terpilih pada Konklaf Kepausan 2013. Sebelumnya, Paus berkebangsaan Argentina ini merupakan Uskup Agung Buenos Aires.
Paus Fransiskus memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, lahir di Buenos Aires pada tanggal 17 Desember 1936.
Ayahnya adalah Mario seorang imigran Italia yang bekerja sebagai akuntan di perkeretaapian. Ibunya adalah Regina Sivori
seorang istri yang berdedikasi tinggi membesarkan kelima anak mereka.
“Paus Fransiskus memilih jalan imamat dengan masuk Seminari Tinggi Keuskupan Villa Devoto, dan pada 11 Maret 1958 masuk novisiat Serikat Yesus. Paus Fransiskus ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Agung Ramón José Castellano pada 13 Desember 1969.
Djohan menambahkan, seluruh hidup Paus Fransiskus telah didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya.
Selain itu, lanjut dia, Paus Fransiskus mengajarkan kuntuk menghayati nilai-nilai Injil dengan kesetiaan, keberanian, dan kasih universal, terutama yang berpihak pada mereka yang paling miskin dan terpinggirkan.
“Paus Fransiskus juga telah memberikan teladan yang sederhana, sangat memanusiakan manusia, penuh kasih, dan mengecam adanya peperangan dan konflik,” paparnya. (Nazriel)







