BelitongToday, Jakarta – Jajaki perluasan pemasaran produk usaha kerajinan di Kabupaten Beltim, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) jalin kerjasama dengan PT Sarinah Jakarta.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Dekranasda Beltim, Purwenda Puspitasari saat kunjungan kerja ke Gedung Sarinah Thamrin, Lantai 10, Jakarta Pusat, Kamis lalu.
Purwenda mengatakan Dekranasda Beltim ingin melebarkan sayapnya, memasarkan produk-produk kerajinan dengan cara bekerjasama dengan PT Sarinah Jakarta.
Hal tersebut karena PT Sarinah memiliki fasilitas stand yang nantinya bisa memajang produk kerajinan unggulan dari daerah Belitung Timur.
“Kita ke PT Sarinah tadi tentunya membawa produk kerajinan lokal dari daerah Belitung Timur untuk di Kurasi oleh PT Sarinah,” ujarnya, Sabtu (15/4).
Dari hasil kurasi itu, kata dia, ada beberapa produk kerajinan Beltim yang layak bersaing dengan produk dari provinsi atau kabupaten lain untuk bisa masuk di PT Sarinah.
Yaitu produk kerajinan rajutan, anyaman lais, ukiran dari kayu bulin dan juga gelang dari batang gaharu.
“Dan tadi juga ada masukan dari PT Sarinah supaya kedepannya membawa kuliner lokal Belitung Timur,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan Dekranasda Beltim akan memberikan pengarahan kepada pengrajin terkait hal-hal yang masih kurang dalam produk kerajinan tersebut.
“Kita berharap supaya adanya kerjasama dengan sistem bagi hasil antara PT Sarinah dan pengrajin. Hal itu pastinya untuk menjadikan produk kerajinan Belitung Timur punya daya saing tinggi,” kata Wenda.
Sarinah Dukung Dekranasda Beltim
Sementara itu, General Manager Operation PT Sarinah, Wiwiek Ekawati memberikan apresiasi kepada Dekranasda Beltim lantaran sudah berkunjung ke PT Sarinah.
Selain itu, ia juga mendukung sepenuhnya langkah Dekranasda Beltim untuk melakukan pengembangan produk unggulan kerajinan di Kabupaten Beltim.
“Yang menarik dan ada tambahan lagi yaitu di Sarinah itu adalah rajutan. Itu istimewa sekali dan ada informasi bahwa rajut itu sentralnya ada di Belitung Timur juga. Hal itu menarik bagi kita, karena itu juga lagi trending,” jelas Wiwiek.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa produk kerajinan Kabupaten Beltim sudah pantas untuk mendapat tempat di Sarinah. Namun, tentunya masih banyak catatan yang perlu pengrajin Kabupaten Beltim perhatikan.
“Secara generalnya udah unik sih, tapi ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Yaitu, kerapihan, detail penggunaan produk, serta kehalusan produk kerajinan itu,” pungkasnya. (Mario)







