Home / Belitong Sport

Senin, 2 September 2024 - 17:27 WIB

Sempat Gugup, Ini Cerita Pendayung DJN Wanadri Ekspedisi Belitung Saat Bertemu Buaya

Ketua Harian DJN Wanadri Ekspedisi Belitung 2024, Priyo Utomo Laksono.

Ketua Harian DJN Wanadri Ekspedisi Belitung 2024, Priyo Utomo Laksono.

BelitongToday, Tanjungpandan – Sebanyak 9 pendayung tim Dayung Jelajah Nusantara (DJN) Wanadri Ekspedisi Belitung 2024 telah tiba di Desa Kembiri Kecamatan Membalong setelah menempuh 15 hari perjalanan.

Sebelumnya, mereka dilepas oleh Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa di Tanjung Kelayang Reserve pada, Sabtu 18 Agustus 2024 lalu.

Mereka melakukan misi sirkumnavigasi mengelilingi Pulau Belitung sepanjang 450 kilometer.

Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi keindahan pesisir Belitung dan juga melihat lebih dekat ekosistem pesisir serta keasrian hutan mangrove Pulau Belitung.

Ketua Harian Ekspedisi DJN Wanadri Belitung 2024, Priyo Utomo Laksono menjelaskan selama 15 hari tentunya banyak tantangan yang harus dilewati. Salah satu tantangan yang terbesar adalah menghadapi kondisi angin timur yang cukup kencang.

Baca Juga  Tanjungpandan 2 Lolos ke Laga Final Piala Bupati Belitung Cup 2023, Kandaskan Tanjungpandan 1 di Laga Derby

“Musim tenangnya Belitung itu di Mei dan Juni seharusnya tetapi karena kami jalan di akhir Agustus ini maka harus berhadapan dengan angin timur,” paparnya dalam acara ramah tamah tim DJN Wanadri dalam acara pentas seni ‘Dulmuluk’ di Desa Kembiri, Membalong, Minggu 1 September 2024.

Tangkapan layar unggahan video tim DJN Wanadri Ekspedisi Belitung 2024 saat mendayung di Sungai Kembiri, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong.

Menurut Priyo, kondisi angin timur yang kencang membuat perjalanan mereka sedikit terganggu.

“Dibandingkan perjalanan kami di Flores pada 2023 lalu, per harinya kami mungkin hanya menempuh setengahnya, karena kami harus melawan angin timur,” paparnya.

Baca Juga  Jaring Atlet Berprestasi, Dispora Belitung Gelar Kejurda

Namun Priyo mengaku bersyukur bahwa dalam perjalanan ekspedisinya mereka banyak dibantu oleh para nelayan untuk mendarat dan menginap di bibir pantai.

“Luar biasanya karena perjalanan kami menggunakan kayak, sehingga kami bisa mendarat di tempat-tempat yang sulit dijangkau dengan kapal besar dan kendaraan darat, jadi kami mendarat di tempat-tempat yang luar biasa menarik, situs-situs geosite seperti di pantai Batu Bedi, jadi sangat luar biasa dan indah sekali pendaratannya, kemudian di Burung Mandi dan juga pantai Punai,” ucap Priyo.

Share :

Baca Juga

Belitong Sport

52 Orang Peserta Ikuti Babel Youth Aquatlhon

Belitong Sport

Dispora Belitung Bakal Gelar Belitung Beach Run 5 K, Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan
Medali Emas

Belitong Sport

Porprov Babel 2023, Beltim Panen Medali Emas dari Cabor Atletik
Medali Porprov

Belitong Sport

Kontingen Sumbang Lima Medali di Ajang Porprov Babel 2023, Freddy Agustianto: Ini Luar Biasa

Belitong Sport

Bupati Belitung Buka Kejuaraan Bulutangkis Abadi Badminton Cup 2022

Belitong Sport

Sambut HUT TNI AU ke-80, Lanud H.AS Hanandjoeddin Gelar Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka di Belitung

Belitong Sport

Promosikan Keindahan Geosite, Dispora Gelar Belitong Geopark Run 2023

Belitong Sport

Dua Atlet FORKI Beltim Berjaya di Ajang Internasional, Ini Prestasinya!