BelitongToday, Tanjungpandan – Sebanyak 9 pendayung tim Dayung Jelajah Nusantara (DJN) Wanadri Ekspedisi Belitung 2024 telah tiba di Desa Kembiri Kecamatan Membalong setelah menempuh 15 hari perjalanan.
Sebelumnya, mereka dilepas oleh Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa di Tanjung Kelayang Reserve pada, Sabtu 18 Agustus 2024 lalu.
Mereka melakukan misi sirkumnavigasi mengelilingi Pulau Belitung sepanjang 450 kilometer.
Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi keindahan pesisir Belitung dan juga melihat lebih dekat ekosistem pesisir serta keasrian hutan mangrove Pulau Belitung.
Ketua Harian Ekspedisi DJN Wanadri Belitung 2024, Priyo Utomo Laksono menjelaskan selama 15 hari tentunya banyak tantangan yang harus dilewati. Salah satu tantangan yang terbesar adalah menghadapi kondisi angin timur yang cukup kencang.
“Musim tenangnya Belitung itu di Mei dan Juni seharusnya tetapi karena kami jalan di akhir Agustus ini maka harus berhadapan dengan angin timur,” paparnya dalam acara ramah tamah tim DJN Wanadri dalam acara pentas seni ‘Dulmuluk’ di Desa Kembiri, Membalong, Minggu 1 September 2024.

Menurut Priyo, kondisi angin timur yang kencang membuat perjalanan mereka sedikit terganggu.
“Dibandingkan perjalanan kami di Flores pada 2023 lalu, per harinya kami mungkin hanya menempuh setengahnya, karena kami harus melawan angin timur,” paparnya.
Namun Priyo mengaku bersyukur bahwa dalam perjalanan ekspedisinya mereka banyak dibantu oleh para nelayan untuk mendarat dan menginap di bibir pantai.
“Luar biasanya karena perjalanan kami menggunakan kayak, sehingga kami bisa mendarat di tempat-tempat yang sulit dijangkau dengan kapal besar dan kendaraan darat, jadi kami mendarat di tempat-tempat yang luar biasa menarik, situs-situs geosite seperti di pantai Batu Bedi, jadi sangat luar biasa dan indah sekali pendaratannya, kemudian di Burung Mandi dan juga pantai Punai,” ucap Priyo.







