Home / Belitong Economic and Business

Jumat, 1 Maret 2024 - 12:07 WIB

Hasil Penilaian Foresta Lestari Dwikarya Naik Kelas, Ketua FPMB Bingung

Suasana kegiatan audiensi Forum Perjuangan Masyarakat Belantu bersama Pj Bupati Belitung dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung terkait hasil penilaian usaha perkebunan PT. Foresta Lestari Dwikarya di ruang rapat Bupati Belitung, jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Lesung Batang, Jumat 1 Maret 2024.

Suasana kegiatan audiensi Forum Perjuangan Masyarakat Belantu bersama Pj Bupati Belitung dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung terkait hasil penilaian usaha perkebunan PT. Foresta Lestari Dwikarya di ruang rapat Bupati Belitung, jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Lesung Batang, Jumat 1 Maret 2024.

BelitongToday, Tanjungpandan – Ketua Forum Perjuangan Masyarakat Belantu (FPMB) Minggu mengaku bingung dengan hasil penilaian usaha perkebunan PT. Foresta Lestari Dwikarya.

Pasalnya dalam audiensi dengan Pj Bupati Belitung dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung, Destika Efenly diketahui hasil penilaian usaha perkebunan PT. Foresta Lestari Dwikarya naik kelas (grade) dari kelas IV menjadi kelas III.

“Jadi kalau hasil penilaian DKPP Belitung Foresta sudah naik kelas, saya pribadi meragukan penyelesaian konflik apa yang dilakukan oleh Foresta,” jelas Minggu, Jumat 1 Maret 2024.

Baca Juga  40 Persen Pelaku UMKM Belitung Timur Ditargetkan Terapkan Digitalisasi

Ia menambahkan, menanggapi penjelasan yang disampaikan terutama menyangkut program Calon Petani Calon Lahan (CPCL) untuk pembukaan lahan baru plasma, pihaknya menilai para penerima bukan berasal dari masyarakat yang terdampak.

“Saya rasa itu calon penerima bukan dari masyarakat yang terdampak dan sebenarnya usulan itu sudah lama sebelum penilaian di Agustus 2023,” terang Minggu.

Ia pun menambahkan pula bahwa kepala desa di Kecamatan Membalong belum ada yang menandatangani persetujuan program tersebut.

“Seluruh kepala desa di Membalong belum ada menandatangani itu. Kemarin pun pak camat belum pernah pengajuan, meskipun laporan sudah sampai ke provinsi masyarakat sudah siap lahan 1.000 hektare untuk plasma mandiri,” jelasnya.

Baca Juga  Arus Balik Lebaran 2023, Sebanyak 328 Penumpang Berangkat dari Pelabuhan Tanjungpandan

Minggu meminta kepada dinas terkait untuk menanyakan langsung kepada masyarakat terdampak apakah Foresta selama ini telah melakukan sejumlah rekomendasi tersebut.

Bahkan Minggu sempat menyinggung soal sertifikat masyarakat yang dipakai oleh PT. Foresta di Desa Perpat sampai sekarang belum selesai.

“Jadi sampai saat ini aku bingung Foresta sudah melakukan apa, itu dan ini sehingga dinyatakan naik kelas,” terangnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

DPKD Belitung Ikuti Pameran TPBIS di Perpusnas RI

Belitong Economic and Business

Wujudkan Keselamatan Transportasi di Musim Liburan Sekolah, KSOP Tanjungpandan Gelar Pemeriksaan
bantuan Warga

Belitong Economic and Business

Ribuan Warga Belitung Timur Terima Bantuan Sosial dari Kemensos RI

Belitong Economic and Business

400 Kapal Nelayan Sandar di PPN Tanjungpandan, Libur Melaut Selama Lebaran
Menparekraf

Belitong Economic and Business

Menparekraf Terus Upayakan Pembukaan Rute Penerbangan Internasional ke Belitung
Zakat Baznas Belitung

Belitong Economic and Business

Baznas Belitung Bersama Kemenag Belitung Salurkan Zakat Kepada Marbot

Belitong Economic and Business

Minggu Pagi, Ada Bazar Ikan di Tanjungpendam

Belitong Economic and Business

Jaga Stabilitas Harga Bapok Jelang Ramadhan 1445 Hijrah, Pemkab Belitung Timur Gelar Operasi Pasar