Home / Belitong Humanities

Kamis, 1 Mei 2025 - 12:53 WIB

Suara Kaum Buruh Belitung di May Day 2025, Margono: Semakin Memprihatinkan!

Ilustrasi peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 2025

Ilustrasi peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 2025

BelitongToday, Tanjungpandan – Hari Buruh Internasional selalu diperingati oleh pekerja di seluruh dunia pada setiap tanggal 1 Mei.

Untuk di Kabupaten Belitung sendiri memang momentum peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025 kali ini tidak ada aksi demonstrasi atau lain sebagainya.

Menurut Ketua DPC Konfederasi SPSI Kabupaten Belitung, Margono rangakaian aksi peringatan May Day 1 Mei 2025 difokuskan di kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Namun tidak ada aksi di Belitung bukan berarti tidak ada suara, tuntutan, dan harapan bagi masa depan buruh.

Margono menjelaskan, saat ini kondisi kaum buruh sangat-sangat memprihatinkan.

Memprihatinkan yang dimaksud adalah memang situasi global saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Kemudian kondisi ini semakin diperparah dengan terbitnya undang-undang cipta kerja yang belum membuat dampak positif dan signifikan bagi kaum buruh.

Baca Juga  Hingga Juni 2023, BNNK Belitung Rehabilitasi 16 Orang Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

“Undang-undang cipta kerja membuat kondisi kami khususnya di ketenagakerjaan jadi berdampak negatif justru bukan positif,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis 1 Mei 2025.

Menurutnya, yang digadang-gadang oleh pemerintah dengan adanya ciptaker itu membuat lapangan kerja terbuka luas, namun malah justru berdampak terbalik.

“Jadi sangat kontradiktif, karena apa, karena dengan ciptaker ini tidak ada lagi filter, dalam ciptaker ini kami selaku buruh tidak ada lagi kesempatan untuk negosiasi berbeda dengan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebelumnya,” imbuh Margono.

Margono berharap agar para rekan-rekan buruh yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Belitung dapat lebih peduli dengan nasib dan permasalahan-permasalahan serta tantangan yang dihadapi oleh sesama buruh pada saat ini.

Baca Juga  Pj Bupati Belitung Gelar Konferensi Pers Terkait Rencana Kegiatan Belitung Chinese Internasional Festival 2024

“Karena saya berbicara ini bukan atas nama organisasi saja, saya berbicara sebagai seorang pekerja yang juga telah merasakan dampaknya, jadi kalau kawan-kawan yang memang ada kepedulian maka sama-sama berjuang,” paparnya.

Ia menyebutkan, yang akan merasakan dampak dari undang-undang ciptaker bukan hanya para pekerja yang tergabung di dalam serikat organisasi saja, akan tetapi mereka yang menjadi buruh semuanya akan merasakan dampak tersebut.

“Ciptaker ini sangat-sangat riskan karena kita sendiri di Belitung ini, kalau kita melihat sektor-sektor formal ini sangat terdampak misal macam pertambangan, perhotelan, itu adalah sektor-sektor yang sangat terdampak,” dengan adanya ciptaker ini,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Talk Show Literasi Belitung 2025, Kukuhkan Bunda Literasi dan Luncurkan Website Geopark

Belitong Humanities

85 Marbot Masjid di Belitung Terima Bantuan dari Baznas

Belitong Humanities

Jelang Vonis 11 Terdakwa Perusakan Aset Foresta, Massa FPMB Belitung Gelar Aksi di Bundaran Satam
HMI Belitung

Belitong Humanities

HMI Komsat Polbel Gelar RAK-I, Usung Tema Regenerasi dan Revitalisasi Kepemimpinan Demi Terciptanya Kader HMI yang Berkualitas

Belitong Humanities

Imigrasi Tanjungpandan Hadirkan Program Melati
Kontingen Belitung Timur

Belitong Humanities

Kontingen Porprov Belitung Timur Berduka, Marknen Pelatih Catur Berpulang

Belitong Humanities

Tumbuhkan Semangat Cinta Dirgantara, Santri Ponpes Daarul Arafah Kunjungi Lanud H. AS Hanandjoeddin

Belitong Humanities

Raih Tiga Emas Pada Kejurprov Drumband Senior Babel, Kontingen Drumband Beltim Harus Puas Juara 2