Home / Belitong Humanities

Kamis, 1 Mei 2025 - 12:53 WIB

Suara Kaum Buruh Belitung di May Day 2025, Margono: Semakin Memprihatinkan!

Ilustrasi peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 2025

Ilustrasi peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 2025

Bersembunyi Dibalik Kebijakan Efisiensi

Margono melanjutkan dengan adanya undang-undang ciptaker ini malah banyak pengusaha yang berlindung dengan judul efisiensi.

“Karena dengan adanya undang-undang ciptaker ini, efisiensi dibuka lebar dan yang dirugikan adalah pekerja karena nilai upah sangat jauh dibandingkan undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dengan ciptaker ini memang sudah disiapkan oleh pengusaha, namun timbal baliknya dengan kompensasi itu nilainya sangat jauh, maka saya katakan dengan ciptaker ini kita kebablasan sebenarnya, kami sebagai pekerja ini agak sulit mempertahankan apa yang menjadi hak kami, karena akan ada peluang beda tafsir antara kami pekerja dengan pihak manajemen,” pungkasnya.

Baca Juga  Kolaborasi Bersama PKK Babel dan Belitung, Baznas Belitung Sunat 50 Orang Anak

Harapan Buruh

Margono menjelaskan, dari setiap regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah akan berdampak menguntungkan apabila pihak pemerintah bisa mengawasi pelaksanaan regulasi itu sendiri.

“Harapan kami tetap kepada pemerintah, karena sampai saat ini pemerintah kami lihat setengah hati, setengah hati maksudnya ketika kami berbicara dalam penegakan aturan mereka akan berkilah pihak manajemen tidak mampu, padahal kita sangat riskan sekali kita tidak bisa menutup mata, saya contohkan misalnya pengupahan dengan ciptaker nilainya tidak sebesar dengan undang-undang sebelumnya,” tegas Margono.

Baca Juga  ‎PPK Proyek Rehabilitasi Atap Museum Tanjungpandan Sampaikan Klarifikasi, Ini Penjelasannya!

Dia menilai, apabila tidak ada ketegasan dari pemerintah maka buruh-buruh yang ada di Babel ini seperti jatuh ketimpa tangga pula.

“Jadi regulasi itu dikawal sehingga ada keadilan bagi buruh, kami tidak meminta 100 persen pemerintah membela buruh, tapi berada di posisi tengah saja sudah menguntungkan, mohon maaf saja, yang kita lihat sekarang tidak seperti itu, mereka seakan-akan tidak tahu, ketika buruh sudah berteriak baru mau tampil di depan, makanya saya sampaikan tadi jika buruh-buruh ini tidak berada di bawah naungan serikat organisasi maka mereka akan berjuang sendirian,” tutupnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Razia Narkoba di Blok WBP Lapas Kelas II B Tanjungpandan

Belitong Humanities

Fasilitas Lengkap dan Kualitas Baik, Toilet Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin Diganjar Bintang 3 Silver ATI

Belitong Humanities

Bupati Sanem Apresiasi BKKBN Babel Mutakhirkan Data Penduduk

Belitong Humanities

‎Hikmah Nuzulul Quran Ramadhan 1447 H: Jadikan Al-Qur’an Inspirasi Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

Belitong Humanities

Tanggapi Isu Soal Pengiriman Timah Kembali Terjadi, Kadishub Belitung Sidak ke Pelabuhan Tanjung Ru

Belitong Humanities

Layanan Disdukcapil Belitung Tutup Saat Libur Idul Fitri 1445 Hijriah, Ini Tanggal Buka Kembali

Belitong Humanities

HUT Babel Ke-22, Sanem Harapkan Keselarasan dan Kesetaraan Pembangunan

Belitong Humanities

Polres Belitung Gelar Bakti Sosial Sambut Ramadhan 1446 Hijriah