BelitongToday, Tanjungpandan – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung, Suyanto, mengajak seluruh umat Islam untuk tidak sekadar menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan seremonial, tetapi sebagai panduan praktis dalam kehidupan beragama, sosial, hingga bernegara.
Hal ini disampaikannya dalam peringatan Nuzulul Quran Ramadhan 1447 Hijriah, Sabtu 7 Maret 2026.
Dalam penyampaiannya, Suyanto menekankan tiga dimensi utama hikmah turunnya Al-Qur’an yang relevan dengan kondisi zaman sekarang.
Penguatan Karakter Pribadi
Menurut Suyanto, nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran, dan kesabaran adalah fondasi utama yang diajarkan Al-Qur’an.
Ia mengimbau masyarakat agar mulai melakukan transisi dari sekadar membaca menuju pemahaman dan pengamalan nyata.
”Mari kita jadikan Al-Qur’an bukan saja untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai kompas moral kita,” ujar Suyanto.
Perekat Sosial di Tengah Kemajemukan
Dalam dimensi sosial, Suyanto menyoroti pentingnya Al-Qur’an sebagai inspirasi untuk membangun masyarakat yang harmonis. Di tengah masyarakat yang majemuk, nilai-nilai persatuan dan kepedulian sosial harus dikedepankan.
“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal utama dalam membangun kerukunan, toleransi, serta kedamaian di lingkungan kita,” tambahnya.
Komitmen Kebangsaan dan Keadilan
Terakhir, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an menuntun setiap warga negara untuk menjaga amanah dan keadilan. Kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara merupakan perwujudan dari nilai-nilai qurani dalam konteks bernegara.
”Menjaga keadilan dan memelihara amanah adalah bentuk nyata kontribusi kita bagi kemajuan bangsa. Jika setiap individu memegang prinsip ini, Indonesia akan terus bergerak maju,” pungkasnya.
Peringatan Nuzulul Quran 1447 H ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Belitung untuk memperkuat integritas pribadi sekaligus memperkokoh jalinan silaturahmi antar sesama. (Nazriel)
![]()







