BelitongToday, Tanjungpandan – Usulan pengadaan videotron senilai Rp1,8 miliar oleh Diskominfo Belitung ditunda oleh DPRD Belitung.
Hal ini sebagaimana tertuang dalam sidang paripurna DPRD Belitung dengan agenda laporan Badan Anggaran DPRD Belitung atas pembahasan rancangan KUA dan rancangan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2025 serta persetujuan dan penandatanganan KUA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2025 beberapa hari lalu.
Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani sekaligus Ketua Badan Anggaran DPRD Belitung menilai usulan pengadaan videotron senilai Rp1,8 miliar tersebut belum terlalu urgen.
“Kalau program yang tidak signifikan dan urgen kami tunda (pending) dulu,” jelas Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani beberapa hari lalu.
Lantas seberapa penting atau urgen videotron di pusat kota Tanjungpandan.
Menanggapi persoalan ini, Pj Sekda Belitung, Marzuki ketika dikonfirmasi awak media usai membuka kegiatan Festival Pangkalalang 2025, Kamis 19 Juni 2025 kemarin mengatakan memaklumi dan menghormati keputusan legislatif untuk menunda persetujuan pengadaan videotron itu.
Marzuki bilang, pengadaan videotron tersebut bukan dicoret namun ditunda untuk tahun selanjutnya.
Maka dari itu, pihak eksekutif akan tetap mengusulkan pengadaan videotron tersebut untuk tahun depan.
“Kami memaklumi dengan pertimbangan kami hargai itu semua,” beber Marzuki singkat saja.
Marzuki berpendapat, sebagai destinasi pariwisata, Belitung membutuhkan videotron yang terpasang di pusat kota Tanjungpandan.
Tujuannya adalah sebagai media untuk menyebarluaskan informasi sehingga dibaca oleh masyarakat umum bahkan bagi wisatawan yang berkunjung.
Usulan pengadaan videotron ini juga sebagai upaya pembenahan dan penataan wajah kota Tanjungpandan.
Apalagi sebentar lagi akan hadir kembali penerbangan internasional dari Kuala Lumpur ke Belitung yang rencananya dilayani oleh maskapai Air Asia.
Wajah kota Tanjungpandan pun harus dioles seumpama kota-kota metropolitan lainnya.
“Kami ingin berbenah, dengan adanya penerbangan internasional mudah-mudahan Air Asia dari Kuala Lumpur ke Belitung maka kami harus memoles wajah kota Tanjungpandan seperti kota-kota metropolitan,” tutup Marzuki (Nazriel)







