Home / Belitong Humanities

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:13 WIB

‎Cahaya Lampion Malam Imlek di Kelenteng Hok Tek Che Tanjungpandan

Kemeriahan malam Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Hok Tek Che Tanjungpandan, Senin 16 Februari 2026 (BelitongToday/Nazriel Semesta)

Kemeriahan malam Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Hok Tek Che Tanjungpandan, Senin 16 Februari 2026 (BelitongToday/Nazriel Semesta)

BelitongToday, Tanjungpandan – Wangi hio yang terbakar mulai menyeruak di udara malam Tanjungpandan saat jarum jam menunjukkan pukul 19.00 WIB.

Di bawah naungan ribuan lampion merah yang berpendar keemasan, Kelenteng Hok Tek Che tidak sekadar menjadi tempat ibadah; ia menjadi saksi bisu kembalinya anak cucu ke tanah kelahiran.

Senin malam itu, suasana di Kabupaten Belitung terasa berbeda. Pergantian tahun menuju 2577 Kongzili disambut dengan suka cita yang meluap.

Warga keturunan Tionghoa berdatangan, mengenakan pakaian terbaik mereka, membawa doa-doa yang dirapalkan di depan altar.

Bagi Catherine, salah satu warga yang hadir, Imlek tahun ini terasa lebih spesial.

Di tengah kerumunan, ia tampak didampingi oleh keluarga besarnya. Beberapa di antaranya bahkan baru saja menempuh perjalanan udara untuk “pulang” ke Negeri Laskar Pelangi.

‎”Kebetulan kakak saya dari luar daerah mudik ke Belitung,” ujar Catherine dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

Baca Juga  Yayasan Rudi Centre Wujudkan Penderita Katarak di Negeri Laskar Pelangi Kembali Melihat Indahnya Dunia

“Kami sembahyang dulu, baru nanti acara intinya adalah kumpul-kumpul bersama keluarga besar,” ucapnya.

‎Tradisi ini menegaskan bahwa sejauh apa pun langkah kaki pergi, Imlek adalah kompas yang selalu mengarahkan mereka kembali ke rumah.

Di Belitung, perayaan ini bukan sekadar seremoni agama, melainkan jembatan rindu antar generasi.

Penampilan Barongsai di Kelenteng Hok Tek Che.

Tahun 2577 Kongzili dalam kalender lunar ditandai sebagai tahun Kuda Api.

Sebuah simbol yang melambangkan kekuatan besar dan pergerakan yang dinamis. Di mata warga, shio ini membawa pesan optimisme di tengah tantangan zaman.

‎”Kuda adalah simbol keberanian dan kekuatan. Harapannya, tahun ini membawa perubahan besar dan energi positif dalam kehidupan kita semua,” tambah Catherine.

Senada dengan itu, Ling-ling warga lainnya, menyisipkan doa sederhana namun mendalam di sela ritual sembahyangnya.

Baca Juga  Khidmatnya Pelaksanaan Upacara HUT ke-80 RI di Halaman Kantor Bupati Belitung

Bagi Ling, keberuntungan dan kesejahteraan adalah harapan universal setiap tahunnya, namun kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

‎”Kita selalu berharap tahun baru ini mendapatkan kebaikan dan lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya lirih.

Kemeriahan di Kelenteng Hok Tek Che malam itu tak hanya milik mereka yang bersembahyang.

Atraksi Barongsai yang lincah mengikuti tabuhan drum dan simbal mengundang decak kagum warga sekitar.

Warna merah lampion yang memenuhi langit-langit kelenteng menciptakan kesan magis yang semarak.

Kemeriahan ini menjadi bukti betapa kayanya akulturasi budaya di Kepulauan Bangka Belitung.

Di balik asap hio dan cahaya merah lampion, ada doa yang sama dari setiap hati yang hadir: agar langkah di tahun Kuda Api ini sekencang derap lari sang kuda, membawa semua orang menuju kesejahteraan yang lebih baik. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Jabatan Eselon II

Belitong Humanities

Sekda Belitung Pastikan Kekosongan Jabatan Eselon II Terisi Sebelum Berakhirnya Masa Jabatan Bupati
kebakaran

Belitong Humanities

Pangkas Rambut Barokah Terbakar, Damkar Berhasil Padamkan Api Cegah Meluas ke Ruko
Reuni SMK Negeri 1 Tanjungpandan

Belitong Humanities

SMK Negeri 1 Tanjungpandan Gelar Reuni Akbar, Wadah Silaturahmi dan Berkumpul Antar Alumni

Belitong Humanities

Sambut HUT Ke-21 Belitung Timur, Bupati Gelar Munajat Doa Bersama

Belitong Humanities

‎Ini Alasan Bupati Tunjuk Kulok Jadi Pj Sekda

Belitong Humanities

Bantuan Masyarakat Belitung untuk Aceh dan Sumatera Resmi Disalurkan, Ketua Baznas Belitung Ucapkan Terima Kasih
Paal Satu

Belitong Humanities

Polemik Lapangan Sepakbola Paal Satu Berubah Jadi Kavlingan, Ini Penjelasan Lurah

Belitong Humanities

Ini Imbauan Kapolres Belitung Kepada Para Pemudik !