BelitongToday, Manggar – Rintik hujan yang mengguyur kawasan Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Jumat (15/5/2026) malam, tak mampu memadamkan semangat para penari, pelaku seni, dan masyarakat yang memadati arena Opening Ceremony Pementasan Karya Seni Pertunjukan Pinang Gading Begawai 2026.
Di tengah langit malam yang sesekali masih menurunkan gerimis, irama musik tradisional tetap menggema. Satu per satu penari dengan balutan busana khas Belitong tampil penuh percaya diri di atas panggung terbuka. Sorak tepuk tangan penonton pun terus mengalir, menghangatkan suasana Pantai Lalang.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Asa dalam Seni Tradisi Nusantara” ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Khairil Anwar. Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ni K. Wardani Pradnya Dewi, unsur Forkopimda, Anggota DPRD Beltim Kamri, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Beltim, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Sanggar Pinang Gading Manggar, Akhiruddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti konsistensi Sanggar Pinang Gading dalam menjaga denyut seni budaya di Kabupaten Beltim.
“Sejak berdiri pada tahun 2015 hingga sekarang 2026, kami bersyukur Sanggar Pinang Gading masih dapat melaksanakan pekan karya untuk melestarikan kebudayaan kita tercinta. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkarya,” ungkap Akhiruddin.
Ketua Komisi III DPRD Beltim itu menyampaikan, Pinang Gading Begawai tahun ini menjadi wadah bagi anak-anak sanggar untuk menampilkan hasil latihan dan kreativitas mereka dalam seni pertunjukan tradisional.
Saat ini, anggota Sanggar Pinang Gading berjumlah sekitar 130 orang, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga umum. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama sanggar untuk terus bertahan dan berkembang.
“Semangat melestarikan budaya inilah yang membuat anggota sanggar tetap kompak setiap tahunnya,” kata pria yang akrab disapa Didin tersebut.
Tak hanya menjadi ruang berkesenian, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 15 hingga 17 Mei 2026 itu, juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Sebanyak 37 pelaku UMKM turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Beragam penampilan turut memeriahkan acara, mulai dari 16 grup tari nusantara, Orkestra Pinang Gading, Tari Campak kolosal, hingga penampilan hadrah Desa Lalang.
![]()







