Home / Belitong Humanities

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:21 WIB

‎Jabatan Bukan Panggung Tepuk Tangan Pesan Moral di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyampaikan amanat yang mendalam dan menyentuh saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di halaman kantor Bupati Belitung, Kamis 1 Oktober 2026 (BelitongToday/IST-Setdakab Belitung)

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyampaikan amanat yang mendalam dan menyentuh saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di halaman kantor Bupati Belitung, Kamis 1 Oktober 2026 (BelitongToday/IST-Setdakab Belitung)

BelitongToday, Tanjungpandan -Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai hiruk-pikuk pencitraan di dunia maya, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyuarakan refleksi mendalam yang menyentuh akar nurani masyarakat dan birokrasi.

Hal ini disampaikan saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di Halaman Kantor Bupati Belitung, Kamis 1 Oktober 2026.

‎Ia mengingatkan bahwa esensi jabatan dan pengabdian bukanlah sekadar panggung untuk mencari tepuk tangan, melainkan wujud nyata keikhlasan dalam memberikan manfaat bagi sesama.

‎Djoni Alamsyah menyoroti dua persoalan utama kehidupan bermasyarakat dewasa ini: ujian moral di tengah keterbatasan fasilitas publik dan pergeseran budaya kerja akibat godaan media sosial.

‎Ujian Moral di Balik Antrean BBM

‎Mengambil contoh persoalan nyata yang sempat dirasakan masyarakat terkait antrean dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Djoni menilai bahwa situasi tersebut tidak hanya menguji efektivitas sistem distribusi, tetapi juga integritas moral masyarakat itu sendiri.

‎”Ketika BBM terbatas, sebenarnya yang diuji itu bukan hanya sistem distribusinya, tetapi juga moral kita sebagai masyarakat apakah kita mau tertib, apakah kita mau berbagi dengan orang lain, dan memikirkan mereka yang berada di belakang kita,” pungkasnya di hadapan peserta upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Baca Juga  Percepat Penagihan Pajak Walet, Pemkab Belitung Gandeng Kejaksaan Negeri Belitung

‎Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah memiliki kewajiban mutlak untuk memperbaiki sistem, memperkuat pengawasan, dan menindak pelanggaran, masyarakat tetap memegang tanggung jawab moral yang besar demi menjaga ketertiban serta keadilan bersama. Sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, kepentingan pribadi tidak boleh serta-merta mengalahkan kepentingan bersama.

Menembus Batas Pencitraan: Bekerja Tanpa Kamera

‎Pada poin refleksi kedua, Djoni menyoroti fenomena era digital di mana budaya pamer alias sedikit bekerja langsung ingin terlihat, sedikit berbuat langsung ingin dipublikasikan telah menjadi kebiasaan baru.

‎Djoni tidak menolak kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi. Menurutnya, pemerintah tetap perlu menyampaikan hasil kerja kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas. Namun, ia mengingatkan agar tidak terjebak dalam jebakan psikologis “bekerja demi konten”.

‎”Ada pekerjaan yang memang harus diketahui masyarakat, tetapi ada juga kebaikan yang tidak perlu dikamera, ada pelayanan yang tidak perlu dipublikasi, dan ada pertolongan yang cukup diketahui Allah SWT,” tuturnya bijak.

Baca Juga  Tindaklanjuti Konflik dengan Masyarakat Tujuh Desa, Pihak Foresta Tawarkan Solusi, Ada Program Ekonomi Produktif

‎Kerja nyata yang tidak pernah masuk media sosial, namun manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas, itulah hakikat keikhlasan dalam pengabdian.

Membangun Budaya Kerja Berbasis Manfaat dan Integritas

‎Melalui pandangannya, Djoni ingin mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat luas.

‎Tolak ukur kesuksesan seorang abdi negara atau warga bukanlah siapa yang paling sering muncul di layar gadget, melainkan siapa yang paling banyak menabur manfaat.

‎Pengabdian, tegasnya, bukanlah panggung pertunjukan. Integritas sejati diuji ketika seseorang tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada mata yang melihat atau kamera yang merekam. Kejujuran teruji saat ada kesempatan berbuat curang namun memilih jalan yang lurus.

Menutup amanatnya, Djoni Alamsyah Hidayat optimis bahwa jika nilai-nilai sederhana ini, mulai dari antre dengan tertib, mendahulukan hak orang lain, hingga mengabdi tanpa pamrih, mendarah daging di tengah masyarakat dan birokrasi, maka Belitung akan tumbuh menjadi daerah yang tidak hanya unggul secara fisik dan pembangunan, tetapi juga kokoh secara moral. (Nazriel Semesta)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Ekonomi Belitung Terancam Meredup Jika Masyarakat Kecil Dipersulit Menambang dan Meja Goyang Tutup
Disdikbud

Belitong Humanities

Marak Pencurian, Disdikbud Imbau Siswa Tidak Pakai Perhiasan ke Sekolah
PKK Belitung

Belitong Humanities

Rajut Tali Silaturahmi, Tim Penggerak PKK Belitung Gelar Halalbihalal Idul Fitri 1444 Hijiriah

Belitong Humanities

Masa Berlaku Paspor Jadi 10 Tahun, Imigrasi Siapkan Petunjuk Teknis
Khatib salat Idul Adha 1444 Hijriah di Masjid As Sajadah Desa Buluhtumbang Tanjungpandan

Belitong Humanities

Khatib Salat Idul Adha Ajak Umat Muslim Aktualisasikan Kepribadian Nabi Ibrahim

Belitong Humanities

Peringati Hari Juang TNI AD, Kodim 0414 Belitung Tanam 500 Pohon di Lahan Eks Tambang

Belitong Humanities

Peringati Sumpah Pemuda, Pemkab Belitung Gelar Upacara

Belitong Humanities

Persiapkan WOA 2022, Isyak Tinjau Museum Maritim Belitung