BelitongToday, Tanjungpandan – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung membagikan cairan disinfektan kepada para peternak dan penjual hewan kurban.
Pembagian cairan ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Lumpy Skin Disease (LSD). Atau, penyakit kulit berbenjol pada hewan ternak sapi dan kambing.
“Masing-masing peternak dan penjual mendapatkan satu cairan desinfektan ini,” ungkap Kepala Bidang Peternakan DKPP Belitung, Suparman.
Ia menerangkan, pembagian cairan disinfektan tersebut kepada sebanyak 48 titik kandang dan penjualan hewan kurban di wilayah Tanjungpandan.
Oleh karena itu, Ia berharap, para peternak dapat menyemprotkan cairan disinfektan tersebut sebanyak satu kali sehari guna membunuh virus dan serangga penyebab LSD.
“Minimal semprot di pagi hari dan sore harinya lakukan pengasapan untuk membunuh serangga,” beber Suparman.
Ia menambahkan, salah satu upaya mencegah merebaknya wabah LSD pada sapi adalah dengan menjaga kondisi kebersihan kandang. Pasalnya saat ini pemerintah belum mengadakan vaksinasi LSD di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Sifatnya masih terbatas hanya ada di daerah yang penyebaran LSD-nya cukup sporadis, itu yang diutamakan terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, dokter hewan di Puskeswan Tanjung Pandan, drh. Liza Aprianti mengatakan penyakit LSD atau kulit berbenjol penyebabnya adalah virus yang penularannya melalui serangga.
“Kalau penularannya karena serangga maka otomatis pencegahannya harus mengeliminasi serangga dengan menjaga kebersihan kandang dan menyemprotkan cairan disinfektan,” katanya.
Ia menjelaskan, adapun gejala sapi yang terinfeksi virus LSD adalah demam dengan timbulnya benjolan di tubuh dan kulit sapi.
“Benjolan itu dari kecil kemudian berkembang melepuh dan pecah, kemudian juga ada pembengkakan di kelenjar tubuh, hewan demam, lesu dan produktivitasnya mengalami penurunan salah satunya nafsu makan,” ungkapnya. (Nazriel)







