Home / Belitong Economic and Business

Senin, 14 Agustus 2023 - 13:45 WIB

Antisipasi Kelangkaan, Ahok Minta Pertamina Rombak Penyaluran Elpiji Subsidi di Belitung, Ancam Cabut Izin Agen Nakal

Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ketika melakukan pertemuan bersama pihak agen dan pangkalan elpiji di Kabupaten Belitung bertempat di GSG Pemkab Belitung, Senin (14/8).

Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ketika melakukan pertemuan bersama pihak agen dan pangkalan elpiji di Kabupaten Belitung bertempat di GSG Pemkab Belitung, Senin (14/8).

BelitongToday, Tanjungpandan – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta Pertamina melakukan perombakan secara radikal. Ini terkait sistem penyaluran gas elpiji subsidi tiga kilogram di Belitung.

Hal ini Ahok sampaikan kepada awak media di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Belitung, Senin (14/8).

“Saya minta Pertamina rombak secara radikal, karena kasus ini terjadi di seluruh Indonesia. Semua teriak tidak ada elpiji, kenyataannya elpiji melimpah di SPPBE. Kemudian setiap kali mau susun anggaran elpiji hilang di pasaran, laporan ke pemerintah kurang ada peningkatan-peningkatan,” jelasnya.

Baca Juga  Pendapatan Linkedin Tumbuh 17 Persen di Tengah Meningkatnya PHK

Selain itu, Ahok mengancam tidak segan-segan akan mencabut izin agen elpiji yang nakal di Belitung.

Ahok mensinyalir, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di Belitung karena ulah oknum spekulan.

“Alasannya elpiji selalu kurang, padahal Pertamina tidak pernah kekurangan elpiji, SPPBE sudah kita cek ternyata ada stok elpiji. Berarti ada sesuatu di agen dan pangkalan,” paparnya.

Ahok juga menyesalkan harga elpiji tiga kilogram di Belitung mencapai Rp40 ribu per tabung. Padahal, jika harga jual elpiji sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi), jumlah tersebut bisa memenuhi tiga sampai empat tabung elpiji kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Kapolres Belitung AKBP Deddy Dwitiya Putra Berbagi dengan Para Tahanan di Rutan Mapolres Belitung

“Kepala Desa bilang ke saya beli elpiji tiga kilogram sampai Rp40 ribu per tabung. Ini namanya inflasi karena beli gas dengan harga mahal, kasihan masyarakat di desa,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, jika elpiji tersebut penyalurannya bisa ke pihak desa langsung maka lebih tepat sasaran. Dan, masyarakat mendapatkan harga jual elpiji sesuai HET.

“Dengan penyaluran elpiji tiga kilogram ke pemerintah desa secara langsung, maka akan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai HET. Karena, pihak desa lebih tahu siapa yang butuh elpiji tiga kilogram,” tutupnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Kuliner Ramadan

Belitong Economic and Business

Kuliner Ramadan Internasional, Jelajahi Kelezatan Hidangan Khas dari Negara Berbeda dan Manjakan Lidah Anda Selama Bulan Suci

Belitong Economic and Business

LIDIK Babel Sayangkan Bea Cukai Tanjungpandan Gagal Ungkap Pemilik Ribuan Botol Minol Ilegal

Belitong Economic and Business

22 Pelaku UMKM Terima Bantuan Modal Usaha dari Baznas Belitung

Belitong Economic and Business

Endriansyah Terpilih Jadi Ketua BPC HIPMI Belitung Timur 2024-2027
Dubes Uzbekistan

Belitong Economic and Business

Bebas Visa 30 Hari, Dubes Uzbekistan Berharap Masyarakat Indonesia Bisa Berwisata ke Bukhara, “Negeri Para Imam”

Belitong Economic and Business

โ€ŽPelaku UMKM di Halaman Gedung Nasional Segera Direlokasi ke Kolong Keramik

Belitong Economic and Business

Bulog Belitung Perkuat Stok Pangan di Awal Tahun 2025
bantuan Warga

Belitong Economic and Business

Ribuan Warga Belitung Timur Terima Bantuan Sosial dari Kemensos RI