Home / Belitong Politics

Minggu, 6 Oktober 2024 - 18:12 WIB

Awasi Kampanye Pilkada 2024, Bawaslu Belitung Laksanakan Patroli Siber

Bawaslu Belitung melakukan patroli siber untuk mengawasi konten kampanye Pilkada 2024 di media sosial.

Bawaslu Belitung melakukan patroli siber untuk mengawasi konten kampanye Pilkada 2024 di media sosial.

BelitongToday, Tanjungpandan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melaksanakan patroli siber guna mengawasi konten kampanye Pilkada 2024 di media sosial.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua konten kampanye mematuhi peraturan yang berlaku.

Ketua Bawaslu Belitung, Rezeki Aris Munazar menjelaskan bahwa selain melakukan patroli pengawasan langsung di lapangan, mereka juga aktif memantau berbagai platform media sosial.

“Selain melakukan patroli pengawasan langsung di lapangan, kami juga melaksanakan patroli pengawasan di platform media sosial,” kata Aris, Minggu 6 Oktober 2024.

Kegiatan ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 102 Tahun 2024 yang mengatur tentang pencegahan pelanggaran dan pengawasan konten internet dalam pemilihan gubernur, bupati, dan walikota.

Baca Juga  Usung Tagline "BerHASYL", MZ Hendra Caya - Sylpana Siap Memenangkan Hati Masyarakat

Aris menyebutkan bahwa konten kampanye di media sosial saat ini sangat aktif, dengan banyaknya unggahan dari pasangan calon, tim pendukung, dan relawan.

Bawaslu mencatat bahwa kampanye di media sosial juga dipengaruhi oleh tensi politik yang tinggi dalam kontestasi Pilkada 2024.

“Sehingga bisa disimpulkan bahwa tensi politik di media sosial cukup tinggi, bahkan bisa lebih panas daripada situasi di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pelanggaran konten tidak hanya dilakukan oleh pasangan calon atau partai politik, tetapi juga oleh individu dan kelompok masyarakat yang tidak resmi, yang menjadi salah satu kerawanan dalam kampanye.

Aris menambahkan bahwa untuk mencegah pelanggaran konten siber, Bawaslu telah mengidentifikasi kerawanan melalui pemetaan dan pemilihan isu strategis.

Baca Juga  PKS Menjadi Partai Pertama yang Mendaftarkan Bacaleg ke KPU Belitung, Target 4 Kursi DPRD Kabupaten

Salah satu kesimpulan yang didapat adalah bahwa kampanye yang mengandung SARA, hoaks, dan ujaran kebencian dapat memicu kekerasan dan konflik di masyarakat.

“Kampanye yang bermuatan SARA dan fitnah menjadi indikator kerawanan yang dapat memperburuk polarisasi di masyarakat pada Pilkada 2024,” tambahnya.

Ia mengimbau tim sukses dan pendukung masing-masing calon untuk bijak dalam menggunakan media sosial selama tahapan kampanye agar tidak melanggar aturan yang ada.

Pilkada Belitung 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon, Djoni Alamsyah dan Syamsir (nomor urut 1), Isyak Meirobie dan Masdar Nawawi (nomor urut 2), serta MZ Hendra Caya dan Sylpana (nomor urut 3). (Angga/Rel)

Share :

Baca Juga

Belitong Politics

DPC PKB Belitung Gelar Pendidikan Politik, Kader Diminta Solid dan Berjuang Maksimal Menangkan Pemilu 2024
Pemilu 2024

Belitong Politics

DPRD Belitung Gelar Halalbihalal bersama Partai Politik dan Pemangku kepentingan Pemilu 2024
Bawaslu

Belitong Politics

Tegas! Bawaslu Belitung Ingatkan Caleg ‘Incumbent’ Tidak Berkampanye Dalam Kegiatan Reses

Belitong Politics

Golkar Belitung Gelar Bazar Murah, 4.000 Liter Minyak Goreng Tersalurkan ke Masyarakat

Belitong Politics

Maju Lewat Gerindra? Tim Djoni Alamsyah Ambil Formulir Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup Pilkada 2024

Belitong Politics

Hujan Bukan Halangan! Ribuan Pendukung DJOSS Membara di Kampanye Terakhir Pilkada Belitung 2024
Gus Imin Capres 2024

2024 Election

Komunitas Nelayan dan Pemuda Tanjung Kelayang Deklarasi Gus Imin Capres 2024

Belitong Politics

Kantongi Rekomendasi dari DPP PAN untuk Pilkada Belitung 2024, Djoni Alamsyah: Ini Amanah Besar