BelitongToday, Tanjungpandan – Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie memimpin rapat evaluasi pelayanan RSUD Marsidi Judono Belitung.
Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Bupati Belitung, Senin (20/2) pagi.
Rapat tersebut berlangsung untuk menindaklanjuti permasalahan antara keluarga pasien dan oknum perawat RSUD Marsidi Judono Belitung yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie mengatakan kejadian antara keluarga pasien dengan salah oknum perawat di RSUD Marsidi Judono menandakan bahwa kualitas pelayanan RSUD Marsidi Judono Belitung harus ditingkatkan.
“Minimal kualitas pelayanan bisa sama dengan rumah sakit swasta,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, permasalahan antara keluarga pasien dan oknum perawat terjadi karena tiadanya program Belitung Saluran Aspirasi Pengaduan (Besadu) di RSUD.
“Setidaknya kalau ada program Besadu di situ masyarakat bisa mengadu dan wajib selesai maksimal tiga hari,” paparnya.
Akan tetapi, keluarga pasien tersebut mengadukan persoalannya ke media dan mengunggahnya di media sosial Facebook.
“Kemudian ada ratusan orang yang mengeluh, sehingga seperti ada cahaya baru dari dr. Tan yang memantik keluhan terkait RSUD,” ungkapnya.
Selain itu, Wabup juga menyoroti persoalan antrean pendaftaran online di RSUD Marsidi Judono Belitung.
“Terkait pendafataran online juga harus kita carikan solusi agar tidak menumpuk di RSUD,” bebernya.
“Nanti saya akan minta bantu relawan digital untuk membantu ini,” terangnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Marsidi Judono Belitung, dr. Hendra, Sp.An mengatakan kejadian itu menjadi tamparan keras bagi RSUD.
“Kejadian kemarin merupakan tamparan keras bagi kami,’ tuturnya.
Ia menjelaskan, manajemen RSUD Marsidi Judono Belitung akan segera memperbaiki diri atas kejadian kemarin.
“Jangan ada yang membela diri. Yang kita lakukan adalah memperbaiki diri karena bagi masyarakat yang penting adalah pelayanan yang baik,” imbuhnya. (Mg1).







