BelitongToday, Tanjungpandan – Pemerintah Kabupaten Belitung menyiapkan sejumlah strategi penganggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027. Fokus belanja daerah diarahkan lebih dominan pada penguatan aset, serta pembenahan sektor pariwisata yang masih memerlukan banyak perbaikan.
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengungkapkan bahwa tahun 2027 akan menjadi periode penyesuaian di berbagai sektor belanja daerah. Selain peningkatan belanja aset, pendapatan daerah juga diproyeksikan mengalami perubahan sekitar delapan persen lebih.
Sementara itu, untuk dana transfer dari pemerintah pusat, Djoni menyebutkan bahwa komponen tersebut mengalami pertumbuhan, meski ketetapan resminya masih menunggu keputusan final dari Kementerian Keuangan.
”Memang kan 2027 ada perubahan di beberapa sektor belanja, kita lebih dominan untuk belanja aset ya. Selain itu memang di sana ada perubahan, pendapatan daerah juga ada perubahan di sekitar delapan koma sekian persen. Transfer pusat juga mengalami pertumbuhan, walaupun untuk 2027 khusus transfer pusat itu masih prediksi ya, ketetapan nanti dari Kementerian Keuangan,” ujar Djoni dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Belitung, Senin 5 Oktober 2026.
Menanggapi tantangan fiskal dan kapasitas anggaran, Djoni memastikan bahwa pemerintah daerah tetap optimistis dapat menutup celah pembiayaan melalui Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya. Menurutnya, penyerapan anggaran tidak mungkin mencapai seratus persen dalam satu tahun fiskal, sehingga Silpa dapat diandalkan untuk menutupi kebutuhan belanja tahun mendatang.
”Enggak, kan kita masih ada dari Silpa tahun kemarin bisa ditutupi. Karena kan enggak mungkin jugalah dalam satu APBD itu bisa membelanjakan itu seratus persen kan. Pasti ada Silpa, nanti kita bisa pakai di tahun yang akan datang,” tambahnya.
![]()
Empat Sektor Utama dan Kebangkitan Pariwisata Belitung
Dalam rancangan pembangunan tahun 2027, Pemkab Belitung menetapkan empat sektor prioritas, yaitu pariwisata, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), tata kelola pemerintahan, serta infrastruktur.
Dari keempat sektor tersebut, sektor pariwisata mendapat porsi penonjolan khusus yang didukung langsung melalui peningkatan belanja infrastruktur. Djoni mengakui bahwa pariwisata Belitung saat ini masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi agar mampu mendongkrak daya tarik daerah.
Berdasarkan evaluasi pemerintah daerah, terdapat setidaknya lima aspek utama yang perlu dipenuhi, mulai dari penguatan branding, keragaman atraksi, konektivitas, infrastruktur pendukung, hingga fasilitas hiburan.
”Ya, pariwisata sih memang kita pengen menonjolkan di sana. Jadi pariwisata itu, makanya belanja-belanja infrastruktur kita itu kita tingkatkan. Memang harus kita akui pariwisata kita ini ya memang masih ada kekurangan ya, mungkin di lima sektor kekurangan: branding kita kurang, atraksi kita kurang, konektivitas kita kurang, infrastruktur eksklusif kita kurang, hiburan kita kurang. Itu kita penuhi dengan belanja-belanja ini, kita akan bangun konektivitas dan infrastruktur kita benahi serta rapikan,” pungkasnya. (Nazriel Semesta)
![]()







