BelitongToday, Tanjungpandan – Pemerintah Kabupaten Belitung terus berupaya untuk menggenjot produksi padi petani lokal.
Hal ini dilakukan untuk mewujudkan rencana besar kemandirian atau swasembada beras dan tidak tergantung dengan pasokan beras dari luar daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menanam padi dengan benih unggul sehingga hasil panen petani meningkat.
“Kita mulai coba untuk menanam padi benih unggul dengan waktu panen yang lebih cepat dan produksi yang besar,” kata Pj Bupati Belitung, Yuspian, Senin 13 Mei 2024.
Yuspian menyampaikan, benih padi unggul tersebut adalah padi varietas ‘Trisakti’ yang dikembangkan oleh Profesor Ali Zum Mashar.
“Padi ‘Trisakti’ merupakan benih unggul dibudidayakan menggunakan Mikroba Google (Migo) tanpa pestisida kimia,” terangnya.
Teknik menanam padi tersebut, Yuspian melanjutkan, menggunakan teknologi terbaru yakni mikroba tidak menggunakan pupuk kimiawi.
“Rencananya untuk pertama kali ada seluas lima hektare dulu menjadi ‘piloting’ di lokasi persawahan Desa Perpat,” katanya.
Ia menerangkan, usia panen padi varietas Trisakti juga lebih pendek hanya membutuhkan waktu 70 hari dibandingkan padi varietas umumnya mencapai 100 hari.
“Karena kalau dari yang sudah dilakukan dan teruji, produksi padi ini jumlahnya jauh lebih besar bisa mencapai 16,5 ton per hektare sementara produksi padi petani di Belitung saat ini hanya empat ton per hektare,” bebernya. (Nazriel)







