Sanem berharap, pemerintah pusat bisa memberikan perhatian lebih kepada guru honorer di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
“Kami berharap pemerintah lusat dapat memberikan perhatian khususnya di daerah 3T yang saat ini benar-benar membutuhkan kejelasan status sebagai guru dan tenaga kependidikan,” jelasnya.
Ia berharap PGRI dapat terus memperjuangkan nasib para guru.
“PGRI terus berkomitmen dalam memperjuangkan nasib para guru dan tenaga kependidikan honorer di bawah Kemendikbud dan Kemenag di masa mendatang,” terangnya.
Pada akhir sambutan, Sanem mengatakan pihaknya akan mengupayakan dan memperjuangkan kesetaraan dan kesejahteraan bagi para guru honorer.
“Kami juga dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia memperjuangkan tentang nasib para guru honorer di samping PPPK, tetapi bukan berarti karena mereka belum tervalidasi, kami upayakan agar pendapatannya disamakan dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten),” imbuhnya.
Selepas upacara, kegiatan dilanjutkan penyerahan bingkisan oleh Bupati dan Wakil Bupati Belitung kepada para guru yang memasuki masa purna bakti. (Dafit)

SILAHKAN KLIK LINKNYA: https://youtu.be/UXOShDVp1vc







