Home / Belitong Humanities

Senin, 31 Oktober 2022 - 21:18 WIB

Cegah Konflik Sosial, Kodim Belitung Lakukan Pembinaan Komunikasi

Foto bersama usai pembinaan komunikasi cegah konflik sosial di Aula Makodim 0414/Belitung, Senin (31/10).

Foto bersama usai pembinaan komunikasi cegah konflik sosial di Aula Makodim 0414/Belitung, Senin (31/10).

BelitongToday, Tanjungpandan – Kodim 0414 Belitung melakukan pembinaan komunikasi dalam rangka mencegah konflik sosial di wilayah kabupaten Belitung.

Pembinaan itu diberikan langsung oleh Tim Binkom Spaban I/Ren SINTELAD dengan tema “Sinergitas Komponen Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial”, bertempat
di Aula Makodim 0414 Jalan Merdeka Kelurahan Kota Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Senin (31/10).

Kegiatan dihadiri oleh Bupati Belitung diwakili Kepala Badan Kesbangpol Belitung, Fedy Malonda, Dandim 0414 Belitung, Letkol Inf Hairil Achmad, Kapolres Belitung diwakili KBO Intelkam, Ipda Otong S, Sekretaris Satpol PP Kab. Belitung, Abdul Hadi, Ketua FKUB Kabupaten Belitung, Harmizi beserta perwakilan anggota FKUB, serta para undangan lain.

Dandim 0414 Belitung, Letkol Inf Hairil Achmad, mengatakan, kegiatan pembinaan komunikasi cegah konflik sosial di wilayah merupakan program kerja dari satuan komando atas guna mencari informasi atau permasalahan yang menjadi potensi konflik di wilayah.

“Untuk itu, apabila ada permasalahan atau potensi kerawanan agar dapat disampaikan untuk nantinya dapat diantisipasi dan dilaporkan guna pencegahan konflik sosial masyarakat di wilayah Kodim 0414 Belitung,” kata Dandim Letkol Inf Hairil Achmad.

Menurut Dandim, kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial di wilayah Kodim 0414 Belitung merupakan salah satu upaya preventif melalui metode ceramah dan tanya jawab.

Baca Juga  Jangan Mengkultuskan Calon Secara Berlebihan, FKUB Belitung Harap Pemilu 2024 Wahana Merawat Kerukunan Bangsa

“Selama kegiatan ini para peserta menerima pemaparan materi dari para narasumber dengan tema Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Binkom Spaban I/Ren SINTELAD, Letkol Arh Tengku Sony S, mengatakan, sejak proklamasi kemerdekaan tanggal 17 agustus 1945 hingga sekarang, keberlangsungan penyelenggaraan pembangunan nasional tidak pernah bebas dari ancaman keamanan.

“Berbagai gejolak yang membahayakan keamanan nasional mulai dari pemberontakan, separatisme, terorisme, kerusuhan, hingga konflik sosial menjadi pengalaman buruk yang mengakibatkan terganggunya stabilitas keamanan nasional,” paparnya.

Gejolak konflik tersebut, kata Tengku, terbukti telah mengakibatkan hilangnya rasa aman, timbulnya rasa takut masyarakat, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa, dan trauma psikologis seperti dendam, benci, dan antipati, sehingga menghambat terwujudnya kesejahteraan umum.

Konflik bisa muncul dari mana saja, baik dari karakteristik individu, masyarakat, kelompok, interaksi sosial, serta terjadinya ketimpangan dan kelangkaan.

“Kita masih ingat pada awal Pandemi Covid-19 hampir di seluruh wilayah Indonesia terjadi kelangkaan masker, bahkan saat ini pun kita sedang mengalami peningkatan harga beberapa bahan pokok yang diakibatkan oleh pengaruh global,” sebutnya.

Baca Juga  Masa Jabatan Berakhir, Isyak Meirobie Pamit dan Sampaikan Permohonan Maaf

Akan tetapi, masyarakat patut bersyukur dalam setiap konflik yang terjadi, pemerintah bersama elemen masyarakat secara cepat dapat mengatasinya dengan baik sehingga konflik tidak berkembang luas.

Ia melanjutkan, dalam menghadapi berbagai macam problematika bangsa ini, diperlukan langkah-langkah yang baik, cerdas, benar, dan bijaksana dari seluruh pihak, konflik bukan tanggung jawab pemerintah semata mata, melainkan tanggung jawab seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab moral.

Oleh karena itu, upaya untuk mencegah terjadinya konflik sosial merupakan langkah strategis sehingga kondusifitas tetap terjaga dan keamanan di wilayah dapat diwujudkan.

Dalam UU RI Nomor 7 Tahun 2012 tentang penanganan Konflik Sosial, disebutkan bahwa penanganan konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum, pada saat, maupun sesudah terjadi konflik yang mencakup pencegahan konflik, penghentian konflik dan pemulihan pasca konflik.

“Selanjutnya pencegahan konflik dilakukan dengan upaya kondisi damai dalam memelihara kondusifitas masyarakat, sistem penyelesaian secara damai, meredam potensi konflik, serta membangun sistem peringatan dini,” tandasnya. (adoy)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Calon Sekolah Adiwiyata, DLH Belitung Berikan Pembinaan Kepada SD Negeri 47 Tanjungpandan
Harhubnas 2023

Belitong Humanities

Pemkab Belitung Timur Peringati Hari Perhubungan Nasional 2023, Momentum Mengembangkan Sektor Transportasi

Belitong Humanities

Bantu Pencarian Helikopter NBO-105 Polri, TNI Angkatan Udara Kerahkan Pesawat CN-295

Belitong Humanities

Pendonor Belitung Diberikan Penghargaan
Seleksi PPPK

Belitong Humanities

Ini Jam Kerja ASN di Belitung Selama Ramadhan, Masuk Pukul 08.00 WIB Pulang Pukul 15.00 WIB
Rapat Pokja

Belitong Humanities

Bahas Persiapan Rapat Bulanan, Pokja FLLAJ Belitung Gelar Pertemuan

Belitong Humanities

Naik dari Tahun Sebelumnya, Zakat Fitrah di Beltim Ditetapkan Rp40.000 per Jiwa
Mudik BUMN

Belitong Economic and Business

PT Timah Tbk Hadirkan Mudik Gratis Bersama BUMN, Ratusan Warga Belitung Bisa Pulang Kampung