Belajar Berani, Bukan Sekadar Berprestasi
Di sela perlombaan, tampak seorang peserta kecil menenangkan diri sebelum tampil mendongeng. Ia menarik napas panjang, lalu melangkah maju dengan mata berbinar. Saat cerita mengalir dari bibirnya, ruangan seketika hening, semua larut dalam dunia yang ia bangun.
Momen seperti inilah yang menjadi inti FLS3N. Bukan sekadar hasil akhir, melainkan proses yang mengajarkan keberanian, kepercayaan diri, dan kerja keras.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten, yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum, Zikril, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda.
“Melalui FLS3N, kita memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan berkreasi. Ini bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” ujarnya.
Zikril juga mengingatkan bahwa pengalaman yang didapatkan jauh lebih berharga daripada sekadar gelar juara.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah pengalaman dan semangat untuk terus belajar,” tambahnya.
Selama dua hari pelaksanaan, 5–6 Mei 2026, panggung FLS3N di Beltim menjadi ruang pertemuan antara bakat, budaya, dan harapan. Dari tarian hingga cerita, dari gerak hingga suara—semuanya mencerminkan potensi anak-anak Beltim yang terus tumbuh.
Dari ajang ini, para juara akan melangkah ke tingkat provinsi, membawa nama daerah dan harapan yang lebih besar.
Namun, bagi sebagian anak, bukan piala yang paling berkesan, melainkan momen saat mereka berani berdiri di atas panggung menghadapi rasa takut dan menemukan kepercayaan diri mereka sendiri. (Tim/Rel)
![]()







