Home / 2024 Election

Minggu, 13 Oktober 2024 - 18:35 WIB

Diskominfo Belitung Awasi Konten Kampanye Pilkada 2024

Sosialisasi pengawasan partisipatif pencegahan politisasi SARA, hoaks, dan ujaran kebencian dalam masa tahapan kampanye Pilkada 2024 oleh Bawaslu Belitung, Minggu 13 Oktober 2024.

Sosialisasi pengawasan partisipatif pencegahan politisasi SARA, hoaks, dan ujaran kebencian dalam masa tahapan kampanye Pilkada 2024 oleh Bawaslu Belitung, Minggu 13 Oktober 2024.

BelitongToday, Tanjungpandan – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung mengawasi konten-konten kampanye yang ada di media sosial.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan partisipatif dalam rangka menyukseskan Pilkada 2024.

“Kalau soal konten memang kami awasi namun untuk men-takedown suatu konten negatif memang jalannya cukup panjang,” kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Belitung, Padila, Minggu 13 Oktober 2024.

Ia menjelaskan, ada sejumlah kerawanan dalam Pilkada 2024 seperti isu SARA, hoaks, dan ujaran kebencian.

Baca Juga  Tekan Laju Inflasi Jelang Idul Fitri, Bulog Belitung Gelar Pasar Murah

“Isu soal SARA adalah sentimen mengenai identitas yang menyangkut suku dan antar golongan,” jelas Padila.

Selain itu, potensi kerawanan lainnya adalah soal hoaks memutar balikan fakta.

“Konten-konten hoaks ini juga kami awasi,” paparnya.

Padila menjelaskan, pengawasan pilkada yang demokratis tidak hanya tugas Bawaslu namun media punya peran sangat penting agar pilkada sebentar lagi dilaksanakan dan sudah memasuki kampanye bisa dilaksanakan secara demokratis.

“Cara mewujudkan Pilkada berkualitas adalah menjaga integritas proses demokrasi, melindungi hak pemilih, dan menjaga stabilitas politik,” tandasnya.

Baca Juga  Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Belitung 2024, Syamsir: Mari Bergandengan Tangan Bangun Belitung

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pemantauan konten dilakukan dengan mengidentifikasi konten yang berbau SARA dan ujaran kebencian dan melakukan penghapusan konten, kerja sama dengan platform untuk mempercepat penghapusan konten pelanggaran.

“Kami juga melakukan edukasi ke masyarakat agar kritis dalam menerima informasi ke masyarakat. Dampak negatif politisasi SARA adalah memecah masyarakat, delegitimasi proses demokrasi, ancaman keamanan, dan polarisasi politik pendukung kandidat dan menghambat dialog dan kompromi,” tutupnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

KPU Beltim

2024 Election

KPU Beltim: 17 Parpol Serahkan Berkas Pendaftaran Bacaleg Pemilu 2024

2024 Election

Bahas Kampanye Pemilu 2024 di Media Massa, Bawaslu Belitung Undang Awak Media
PKS Belitung

2024 Election

PKS Menjadi Partai Pertama yang Mendaftarkan Bacaleg ke KPU Belitung, Target 4 Kursi DPRD Kabupaten
Pemilu Beltim

2024 Election

Masyarakat Beltim Bisa Laporkan Penyelenggara Pemilu yang Tidak Netral, Begini Caranya

2024 Election

Terjunkan 125 Personel Kepolisian, Debat Publik Perdana Pilkada Belitung 2024 Berjalan Lancar

2024 Election

Sekda Beltim Gunakan Hak Suara di TPS 4 Desa Padang

2024 Election

Sahani Saleh Tetap Dukung MZ Hendra Caya dan Sylpana, Ini Klarifikasinya Soal Video Bersama Djoni di Kebun Cabai
nasdem Belitung Timur

2024 Election

Nasdem dan PKS Susul PDIP Serahkan Berkas Pendaftaran Bacaleg Pemilu 2024 ke KPU Belitung Timur