BelitongToday, Tanjungpandan – Bupati Kabupaten Belitung, Sahani Saleh menghadiri kegiatan ramah tama dan diskusi pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95.
Acara berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Lesung Batang, Tanjungpandan, Selasa (14/11) malam.
Diskusi kepemudaan tersebut mengusung tema “Perspektif Pemuda untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan: Politik, Inovasi, dan Kolaborasi”.
Acara dihadiri langsung oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Sekretaris Daerah Belitung MZ Hendra Caya beserta jajaran Forkopimda Belitung dan para pemuda.
Sanem sapaan akrab Bupati Belitung menjelaskan, pemuda pada hari ini harus menjadi aktor perubahan di sekitar lingkungannya. Pemuda harus aktif tidak boleh pasif terhadap isu-isu dan persoalan di sekitarnya.
“Pemuda harus menjadi penyemangat, pengaruh, dan penyusun skenario dari perubahan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemuda harus mengkritisi isu-isu negatif yang berpotensi menimbulkan membahayakan dan menimbulkan konflik-konflik di masyarakat.
“Sehingga dapat diartikan dalam hal ini pemuda menjadi subjek penggerak,” imbuhnya.
Di samping itu, Sanem melanjutkan, para pemuda juga haru kaya ide, pemikiran, dan gagasan.
Oleh karena itu, setiap ide maupun gagasan dari para pemuda akan membawa perubahan. Serta, berdampak positif bagi seluruh masyarakat dan pembangunan Indonesia ke depannya.
“Melihat pentingnya peran pemuda maka perlu wadah positif untuk menampungnya. Salah satunya, melalui pembinaan peran terhadap pemuda,” ucapnya.
Diskusi Membuka Wawasan Pemuda
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Belitung, Husri menjelaskan kegiatan diskusi dan ramah tamah pemuda yang berlangsung sebagai upaya untuk membuka wawasan berpikir para pemuda.
“Karena anak muda perlu ruang dan tidak bisa dibatasi, hari ini kita mengisi mindset pemuda dengan hal yang positif di era kemajuan teknologi sekarang ini,” sebut Husri.
Husri menyampaikan, melalui diskusi ini mereka para pemuda di Belitung menginginkan adanya pembangunan yang berkelanjutan. Dengan demikian para pemuda tidak stagnan dan bisa terus menerus mengukir prestasi.
“Sehingga perlu upaya dan kerja kolaboratif sebagaimana amanat undang-undang kepemudaan. Bahwa masalah pemuda tidak cukup melalui KNPI dan Dinas Pemuda dan Olahraga saja, tapi perlu upaya kolaborasi lainnya,” imbuhnya. (Nazriel)







