Home / Belitong Humanities

Minggu, 7 Mei 2023 - 15:37 WIB

Subuh Keliling ke-163 DMI Belitung, Ustad Faisal Sampaikan Ceramah Sedihnya Berpisah dengan Ramadan

Kegiatan subuh keliling DMI Belitung yang ke-163 di Masjid Al-Hidayah, jalan Kapten Saridin, Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan, Minggu (7/5) pagi.

Kegiatan subuh keliling DMI Belitung yang ke-163 di Masjid Al-Hidayah, jalan Kapten Saridin, Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan, Minggu (7/5) pagi.

BelitongToday, Tanjungpandan – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar kegiatan Subuh Keliling (Suling) yang ke-183.

Kegiatan subuh keliling tersebut berlangsung di Masjid Al-Hidayah, Jalan Kapten Saridin, Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan, Minggu (7/5).

Acara diisi dengan shalat subuh berjamaah dan ceramah agama oleh Ustad H. KA Faisal.

Mengingat masih dalam suasana bulan Syawal 1444 Hijriah, acara juga berlangsung dengan kegiatan halal bihalal dan saling bersalaman antar sesama jamaah.

Ketua DMI Belitung, Ibnu Haban dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh para jamaah yang telah hadir dalam kegiatan subuh keliling yang DMI Belitung yang ke-183.

Baca Juga  Komunitas Nelayan dan Pemuda Tanjung Kelayang Deklarasi Gus Imin Capres 2024

“Yang hadir di sini adalah yang sudah mendapatkan hidayah. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh jamaah yang sudah hadir baik dari jajaran pemerintahan dan lainnya,” ucap Ibnu Haban.

Pihaknya berharap, para jamaah dapat mengikuti program subuh keliling secara seksama dan memetik mutiara hikmah oleh Ustad H. KA. Faisal.

“Semoga kita bisa mendapatkan hikmah atas apa yang akan ustad sampaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, penceramah ustad H. KA Faisal mengatakan bahwa ada rasa kesedihan atas kepergian bulan suci Ramadan 1444 Hijriah lalu.

“Ada tidak yang sampai menangis saking sedihnya Ramadan pergi meninggalkan kita,” ucapnya.

Baca Juga  Purna Tugas Sebagai Wakil Bupati Belitung, Ini Jabatan Baru Isyak Meirobie

Selain itu ia menjelaskan, amal dan perbuatan umat Islam harus senantiasa meningkat meskipun Ramadan pergi meninggalkan kita semua.

“Selama Ramadan meskipun kita tidurnya sedikit namun kita bisa khatam Al-Qur’an berkali-kali. Bisa salat sunah banyak tidak bisa terhitung namun selepas Ramadan amal ibadah harus senantiasa meningkat jangan kendur,” tandasnya.

Ia menambahkan, sedangkan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah pada dasarnya adalah kembali kepada kesucian diri.

“Idul Fitri kerap digambarkan seumpama bayi. Artinya apa kita tidak bisa apa-apa kalau seperti bayi hanya bisa menangis yang menandakan Allah rindu kita menangis di hadapan-Nya,” paparnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Direktur Polbel: Program Studi UPW Ramai Peminat

Belitong Humanities

Tahun Depan Belitung Bakal Miliki Jembatan Penyeberangan Orang, Berikut Lokasi dan Spesifikasinya

Belitong Humanities

Wabup Belitung Apresiasi Program Baznas Menyentuh Langsung Masyarakat

Belitong Humanities

Bupati Beltim Resmikan Sekretariat Asosiasi Arsiparis Indonesia, Eks Gedung Radio RBT Kini Jadi Rumah Arsiparis

Belitong Humanities

Wamenbud Giring Siap Upayakan Penambahan Penerbangan ke Belitung

Belitong Humanities

Antisipasi Cuaca Buruk, Distribusi Logistik Pilkada Belitung 2024 di Pulau Terluar Jadi Atensi Khusus
Ilustrasi nama nomenklatur nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur

Belitong Humanities

Tahun 2024, Nomenklatur OPD di Lingkungan Beltim Bakal Berubah, Ini Daftarnya

Belitong Humanities

Bastiar Sebut Dunia Kewartawanan di Belitung Sedang Tidak Baik-baik Saja, Ada Apa?