Home / Belitong Humanities

Senin, 30 September 2024 - 21:18 WIB

Kepala Kejaksaan Negeri Beltim Raih Penghargaan Pemimpin Inspiratif 2024

Kajari Belitung Timur, Rita Susanti menerima penghargaan Seven Media Asia 2024.

Kajari Belitung Timur, Rita Susanti menerima penghargaan Seven Media Asia 2024.

BelitongToday, Manggar – Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Rita Susanti meraih penghargaan sebagai Pemimpin Inspiratif Indonesia 2024.

Kajari Rita Susanti satu-satunya di Provinsi Bangka Belitung yang mendapat penghargaan bersama 25 orang yang menerima awards dari seluruh Indonesia dalam ajang Seven Media Asia Awards 2024 bekerjasama dengan Asian Global Council di Mercure Convention Center Ancol baru-baru ini.

Rita mengatakan penghargaan ini diberikan kepada para Pemimpin Daerah di seluruh Indonesia di antaranya tokoh ataupun figur pemimpin yang mampu membawa perubahan dalam masyarakat di daerah di seluruh Indonesia, meliputi Kementerian dan Lembaga, Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota), Legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRD), Kepala Kejaksaan, Perusahaan (Swasta), BUMD, dan BUMN terbaik di Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini dari Seven Media Awards ini di kategori Pemimpin Inspiratif Indonesia 2024. Penilaian ini berdasarkan beberapa aspek, seperti keteladanan, kolaborasi, sinergi, dan integritas,” kata Rita, Senin 30 September.

Baca Juga  DPRD Belitung Gelar Paripurna Penyampaian Raperda Penyertaan Modal Bank Sumsel Babel

Penghargaan ini diberikan atas pencapaian kinerja dan kepemimpinan dalam melakukan perubahan dan percepatan serta inovasi baru.
Dasar pemberian penghargaan ini atas pencapaian kinerja dan prestasi kepemimpinan dalam melakukan perubahan dan percepatan serta inovasi baru untuk menuju indonesia maju.

Seven Media Asia telah memperluas program bergengsi ini baik secara Nasional maupun lnternasional untuk peraih penghargaan meliputi Leadership, Education, Impact, Marketing and Innovation.

“Kejaksaan Negeri Beltim sudah melakukan puluhan kali Restorative Justice dan membuat berbagai inovasi, antara lain Si Santi Jajak Gede, Bedulang dengan JPN ‘Bersama Datun memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat Belitung Timur dengan Jaksa Pengacara Negara,” ujar Rita.

Si Santi Jajak Gede adalah kepanjangan dari Sistem Informasi Pengawasan Kejari Belitung Timur Jaksa Jaga Akuntabilitas dan Transparansi Kinerja Dana Desa.

Baca Juga  Maju Lewat Gerindra? Tim Djoni Alamsyah Ambil Formulir Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup Pilkada 2024

Inovasi itu sebagai upaya pencegahan timbulnya penyimpangan-penyimpangan dan kerugian negara dalam penyelenggaraan keuangan desa sehingga diperlukan pengembangan aplikasi yang dapat dijadikan sebagai media untuk pelaporan, pengawasan, dan meningkatkan sinergisitas antara Kejaksaan Negeri Belitung Timur dengan Pemerintah Daerah.

Sedangkan inovasi Bedulang dengan JPN yaitu Kejari Beltim berusaha memecahkan permasalahan hukum dalam masyarakat serta melakukan pemulihan keuangan negara atau daerah di Kabupaten Belitung Timur. Dimana pada Juli 2024 lalu, Kejari Beltim berhasil memulihkan aset daerah Beltim senilai lebih dari Rp 1 miliar.

“Semoga kami di Kejaksaan Negeri Belitung Timur lebih mampu bekerja optimal untuk kesejahteraan masyarakat Belitung Timur lewat penegakan hukum yang transparan,” harap Rita Susanti. (Angga/Rel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

DPUPRP2RKP Beltim Akan Rutin Gelar Ngopi Bersama Wartawan
PKD sijuk

Belitong Humanities

Panwascam Kecamatan Sijuk Lantik Anggota PKD

Belitong Humanities

Jumlah Pengunjung Perpustakaan Belitung Sepanjang 2023 Capai 15.706 Orang

Belitong Humanities

MUI Belitung Ajak Peserta Pemilu 2024 Jaga Keutuhan Bangsa

Belitong Economic and Business

Arus Balik Lebaran 2023 di pelabuhan Tanjung Pandan menurun

Belitong Humanities

Dinilai Karena Banyak Manfaat, Pemkab Belitung Timur Bakal Lanjutkan Program ‘Gempar’

Belitong Humanities

DPD APBEDNAS Babel Gelar Raker II, Pemda Belitung Harap dapat Tingkatkan Sinergitas
Sahani Saleh

Belitong Humanities

Kukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Belitung, Sanem Sebut Tantangan Dunia Pendidikan Semakin Berat