BelitongToday, Tanjungpandan – Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, mencatat sebanyak 33 kasus baru infeksi HIV/AIDS sepanjang tahun 2022.
Jumlah tersebut terdiri dari 30 kasus wilayah Belitung dan tiga kasus di luar wilayah Belitung.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibanding Tahun 2021 yakni sejumlah 25 kasus baru.
“Jadi ada kenaikan, terlihat dari masyarakat yang mulai ingin memeriksakan diri mereka jika merasa berisiko,” kata Sekretaris KPA Belitung, Robi.
Menurut Robi, KPA terus melakukan promotif yaitu serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan dan pelayanan preventif yaitu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan atau penyakit.
“Kita terus melakukan penyuluhan ke populasi kunci, Lelaki Suka Lelaki (LSL), waria, warga binaan, panti pijat, THM, dan lain-lainnya,” jelasnya.
Robi juga menerangkan, per Januari 2023 ada 123 orang minum obat ARV, sebab mereka harus minum obat, guna untuk mengendalikan infeksi HIV di tubuh mereka agar bisa hidup layak seperti orang biasa
Bahkan, dari tahun 2009 hingga tahun 2022 sebanyak 332 orang terinfeksi HIV/AIDS di Kabupaten Belitung. Pada tahun 2023 hingga Februari telah ditemukan kasus baru yakni 7 orang.
Robi memaparkan, kerahasiaan ODHA atau Orang Dengan HIV/AIDS itu sangat dijaga, sebab stigma masyarakat masih belum bisa menerima itu.
Padahal, penularan penyakit itu juga tidak mudah dan tidak seperti Covid-19.
“Itu yang kita edukasi kepada masyarakat, jauhi penyakitnya bukan orangnya, untuk menghilangkan diskriminasi itu,” tegasnya.
Kemudian, Robi menambahkan cara penularan HIV yakni tidak melakukan seks bebas, bersikap saling setia dengan pasangan yang halal, cegah dengan memakai kondom bagi yang beresiko, hindari pemakaian narkotika suntik secara bergantian.
Lebih lanjut dengan edukasi dan penyuluhan tentang HIV dan AIDS.
“Mengajak masyarakat menjadi bagian dari penekanan angka penderita HIV/AIDS. Ayo gaungkan strategi Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan (STOP),” tandasnya. (Adoy)







