BelitongToday, Tanjungpandan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung menyatakan letak geografis Belitung yang cukup strategis menjadi daerah yang rawan penyelundupan narkoba.
“Belitung ini sangat strategis, bisa masuk dari mana saja sehingga rawan,” kata Kepala BNNK Belitung, Kompol Agus Handoko, Senin 30 Desember 2024.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Konferensi Pers Akhir Tahun BNNK Belitung, Senin 30 Desember 2024.
Oleh karena itu, Belitung rawan dimasuki oleh jaringan internasional peredaran gelap narkoba seperti dari Timur Tengah dan Tiongkok.
“Jalur peredaran gelap narkotika ada juga yang melalui dari Aceh dan dari Batam. Jaringan dari Aceh masuk ke seluruh wilayah sampai ke Pulau Jawa kemudian ada juga yang dari Batam asalnya sama masuk dari Malaysia,” imbuhnya.
Memperkuat Pengawasan
Demi mencegah masuknya peredaran gelap narkoba di Belitung, pihaknya memperketat pengawasan khususnya di pintu pelabuhan yang tidak resmi.
“Kemudian upaya ang kami lakukan adalah bersinergi dengan Bea Cukai Tanjungpandan dan Satres Narkoba Polres Belitung untuk mengawasi pintu masuk seperti pelabuhan yang tidak resmi,” paparnya.
Ia menambahkan, bahwasannya pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama semua pihak dan lintas sektoral.
“Jadi ini adalah tanggal jawab kita semua tidak hanya BNN saja dalam perang melawan narkoba,” imbuhnya. (Nazriel)







