Home / Belitong Humanities

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:57 WIB

‎Menghapus Rindu di Bulan Suci Ramadhan 1447 H, WBP Lapas Tanjungpandan Diberikan Kesempatan Berbuka Puasa Bersama Keluarga

Lapas Kelas II B Tanjungpandan menggelar kegiatan buka puasa bersama antara WBP dan pihak keluarga (BelitongToday/IST-Lapas Kelas II B Tanjungpandan)

Lapas Kelas II B Tanjungpandan menggelar kegiatan buka puasa bersama antara WBP dan pihak keluarga (BelitongToday/IST-Lapas Kelas II B Tanjungpandan)

BelitongToday, Tanjungpandan – Aroma takjil yang menyeruak di udara sore itu bukan datang dari pasar kaget atau dapur rumah biasa.

Aroma itu menguar dari sudut area kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tanjungpandan. Sabtu 7 Maret 2026 petang.

‎Jeruji besi seolah melunak, berganti menjadi ruang hangat bagi rindu yang akhirnya bertuan.

Melalui program bertajuk BESILAK (Berbuka Puasa dan Silaturahmi Lahirkan Kebersamaan), Lapas Tanjungpandan membuka pintu bagi keluarga warga binaan untuk berbagi meja makan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Di salah satu sudut, terlihat seorang warga binaan duduk bersila bersama istri dan anaknya.

Tak ada sekat kaca, tak ada telepon dinding. Yang ada hanyalah tawa kecil dan piring-piring berisi penganan berbuka yang dibawa dari rumah.

Bahkan, sebuah photobooth sederhana yang disediakan pihak Lapas menjadi saksi bisu.

Baca Juga  Setelah Melalui Proses Verifikasi dan Musyawarah, Penimbunan Kolong Pak Maki Tetap Dilanjutkan, Ini Alasannya

Di sana, mereka berfoto bersama—sejenak melupakan status “warga binaan” dan kembali menjadi seorang ayah, suami, atau anak.

‎”Saya sangat senang bisa berbuka puasa bersama keluarga di sini,” ungkap ML, salah satu pengunjung asal Belitung Timur dengan mata berkaca-kaca. “Fasilitasnya baik, bahkan ada photobooth. Walaupun sedang menjalani pembinaan, kami tetap bisa merasakan kebersamaan di bulan Ramadhan.” pungkasnya.

‎Bagi Kalapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, BESILAK bukan sekadar rutinitas berbagi takjil. Ini adalah misi kemanusiaan.

“Kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk tetap merasakan kehangatan kebersamaan dengan keluarga. Silaturahmi ini adalah dukungan moral agar mereka menjalani masa pembinaan dengan lebih baik,” ujarnya.

Sependapat dengan Royhan, Plt. Kasi Binadik Ghozali menekankan bahwa interaksi positif dengan keluarga adalah bagian krusial dari reintegrasi sosial.

Dukungan keluarga dianggap sebagai “jangkar” yang akan menarik warga binaan kembali ke jalan yang benar setelah masa hukuman usai.

Baca Juga  Pantau Hilal Penentuan Awal Ramadhan, Kemenag Belitung Pertimbangkan Dua Lokasi

‎Puncak emosional terjadi saat kumandang adzan Magrib bergema. Setelah membatalkan puasa dengan segelas air dan kurma, area kunjungan berubah fungsi menjadi barisan shaf.

Warga binaan dan keluarganya berdiri bahu-membahu, melaksanakan shalat Magrib berjamaah di bawah pengawasan petugas yang tetap siaga namun humanis.

Di bawah temaram lampu area kunjungan, doa-doa dipanjatkan. Ramadhan di Lapas Tanjungpandan tahun ini membuktikan bahwa meski raga terbatas oleh tembok tinggi, kasih sayang keluarga dan ibadah tak mengenal batas ruang.

Melalui BESILAK, Lapas Tanjungpandan berhasil menghadirkan sisi lain dari pemasyarakatan: sebuah tempat di mana harapan dirawat dan silaturahmi tetap dijaga, demi masa depan yang lebih cerah saat mereka kembali ke pangkuan masyarakat nanti. (Nazriel/Rel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

RKPD 2025, Pemkab Belitung Timur Prioritaskan Pembangunan di Sejumlah Sektor

Belitong Humanities

Tiga Bulan Menjabat, Ini Perasaan dan Pengalaman Sosok Yuspian Pj Bupati Belitung
Festival Beltim Lestarikan Kebudayaan Tradisional

Belitong Humanities

Melalui Festival Kebinekaan Beltim, Burhanudin Ajak Lestarikan Kebudayaan Tradisional

Belitong Humanities

Rombongan Press Gathering Pemkab Belitung 2024 Kunjungi Dewan Pers

Belitong Humanities

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Pemkab Beltim Selenggarakan Musrenbang RKPD 2025
HUT ke-78 RI

Belitong Humanities

Jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-78 RI, Ini Pesan Bupati Belitung
Razia

Belitong Humanities

Razia Gabungan THM dan Panti Pijat, Petugas Periksa Urine dan Identitas Pekerja, Satu Pemandu Lagu Sempat Tidak Bisa Pipis

Belitong Humanities

Jalin Kerukunan Umat Beragama, FKUB Belitung Lantik Pengurus Generasi Muda Lintas Agama