BelitongToday, Manggar – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, berkomitmen untuk menekan angka perkawinan anak.
Hal ini ditandai salah satunya adalah dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Perwujudan Kabupaten Belitung Timur Zero Perkawinan Usia Anak.
Penandatanganan Komitmen tersebut dilakukan oleh Bupati Beltim Burhanudin, forkopimda, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Juga turut hadir perwakilan camat, kepala desa, ketua organisasi kewanitaan, serta tokoh masyarakat di Auditorium Zahari MZ, Manggar, Rabu (24/5).
Sebelum penandatanganan, undangan yang hadir juga sama-sama membacakan Komitmen Bersama. Isi komitmen terdiri dari; pemenuhan hak-hak anak; penurunan stunting; dan penurunan angka kematian ibu dan anak. Selain itu, ada sukses wajib belajar 12 tahun; pencegahan terjadinya perceraian; pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga; dan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Ancaman Bagi Hak Anak
Bupati Beltim, Burhanudin mengatakan tingginya angka perkawinan usia anak menjadi salah satu ancaman bagi terpenuhinya hak-hak dasar anak.
Tidak hanya memberikan dampak secara fisik dan psikis bagi anak-anak, perkawinan di usia anak juga dapat memperparah angka kemiskinan. Selain itu, stunting, putus sekolah hingga ancaman penyakit pada anak.
โEdukasi dampak negatif dari perkawinan usia anak inilah yang perlu terus-menerus kita sampaikan dan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kita berkumpul untuk membangun komitmen bersama, menjadikan Kabupaten Beltim sebagai daerah yang bebas dari perkawinan usia anak. Atau kita kenal dengan “Zero” Perkawinan Usia Anak,โ ujar Aan sapaan Burhanudin.
Komitmen ini, menurut Aan, menggambarkan kesatuan tekad, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk melindungi, menghormati, dan memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dalam meraih masa depan yang cerah.
Komitmen ini merupakan ajakan bagi semua pihak, mulai dari perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan. Hingga, tiap individu dalam masyarakat, untuk berkomitmen dalam menjalankan tugas kita masing-masing.
โDengan komitmen ini, saya yakin kita dapat mencapai tujuan menghapus perkawinan usia anak di Beltim. Namun, kami sadar perjuangan ini tidaklah mudah. Kami membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak untuk mencapai hasil yang nyata,” pungkasnya. (Mario)







