BelitongToday, Tanjungpandan – Belitung Chinese Internasional Festival (BCIF) 2024 sempat dielu-elukan sebagai event bertaraf internasional.
Event tersebut diselenggarakan dalam rangka merayakan tradisi ‘Cheng Beng’ atau sembahyang kubur bagi warga keturunan Tionghoa.
Masyarakat Tionghoa Belitung yang berada di luar daerah bahkan luar negeri pasti akan pulang ke kampung halamannya demi merayakan ‘Cheng Beng’.
Mereka akan bersembahyang di makam para leluhur sebagai bentuk penghormatan.
Pada saat itu, Pj Bupati Belitung yang masih dijabat oleh Yuspian melihat peluang ekonomi dari tradisi sembahyang kubur tersebut.
Salah satunya adalah tingginya pergerakan orang ke Belitung yang bisa meningkatkan keterisian kamar hotel.
Hal ini dianggap menjadi angin segar sebab okupansi hotel di Belitung belum sepenuhnya pulih pasca diterpa badai pandemi Covid-19.
Tak hanya sampai di situ saja, BCIF 2024 dinilai menjadi event paling cuan. Perputaran uang dalam event ini ditaksir mencapai miliar rupiah.
Bahkan kebutuhan ayam kampung hitam per ekor hingga kebutuhan dupa dan perlengkapan
Namun setelah beberapa lama berlalu, event BCIF 2024 menyisakan nestapa. Sejumlah event organizer mengatakan belum menerima tunggakan pembayaran dari pihak panitia alias masih terhutang.
Akhirnya persoalan ini sampai ke telinga DPRD Belitung. DPRD Belitung yang diketuai oleh Vina Cristyn Ferani merespon cepat persoalan ini dengan menggelar rapat dengar pendapat dan keluarlah beberapa rekomendasi dengan harapan tunggakan hutang BCIF dapat segera dibayarkan.
Rekomendasi DPRD Belitung Terhadap Tunggakan BCIF 2024
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung mengeluarkan sejumlah rekomendasi terhadap penyelesaian hutang kegiatan Belitung Chinese Internasional Festival (BCIF) 2024 beberapa waktu lalu.
“Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan komisi-komisi di DPRD Belitung dengan pekerja seni dan event di Belitung selaku penyelenggara kegiatan BCIF kami memberikan sejumlah rekomendasi,” kata Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani.
Menurut dia, rekomendasi yang dikeluarkan ini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan tunggakan hutang antara panitia penyelenggara kegiatan BCIF 2024 dengan sejumlah Events Organizer (EO) kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, kepada mantan Pj Bupati Belitung, Yuspian diharapkan dapat menghadiri kegiatan musyawarah dengan panitia BCIF 2024 untuk menyelesaikan tunggakan hutang sebesar Rp546,6 juta.
“Jumlah tunggakan hutang ini berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan oleh panitia BCIF,” katanya.
Ia menambahkan, kepada saudara Dodi Yuristian diharapkan dapat melaporkan data pertanggungjawaban sebanyak 60 proposal penggalangan dana BCIF 2024 yang disampaikan kepada pihak ketiga.
Disampaikan, selanjutnya DPRD Belitung meminta kepada Dinas Pariwisata Belitung selaku organisasi perangkat daerah yang terlibat langsung penyelenggaraan BCIF untuk mengawal dan membantu secara aktif penyelesaian atas tunggakan hutang antara saudara Yuspian dan Dodi Yuristian dengan panitia BCIF 2024.
“Kemudian kami menyerahkan keputusan kepada panitia BCIF 2024 untuk mengambil langkah selanjutnya jika musyawarah dan mufakat tidak tercapai,” paparnya. (Nazriel)







