BelitongToday, Tanjungpandan – Kampanye Dialogis oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belitung nomor urut 2, Isyak Meirobie dan Masdar Nawawi “IM” berlangsung di Proof Cafe & Lounge, Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Kegiatan yang bertajuk “Jewer IM, Cerdas Berpolitik, Rasional Mengkritik” ini mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam diskusi.
Isyak Meirobie menjelaskan makna dari kata “Jewer” yang menjadi tema acara tersebut.
“Kami datang bukan untuk disanjung atau dipuji. Forum ini adalah kesempatan bagi masyarakat Belitung untuk mengadu gagasan, bertukar pikiran, dan memberikan kritik yang konstruktif,” ujarnya dalam sesi wawancara kepada awak media pada Kamis sore, 31 Oktober 2024.
Ia menekankan pentingnya kritik sebagai cermin untuk evaluasi diri dan dasar bagi kebijakan yang akan datang.
“Forum ini seluas-luasnya tanpa dendam, marah, atau rasa kesal, karena ini adalah masukan yang berarti. Kritik bagi saya adalah cermin, dan gagasan dari masyarakat adalah komitmen bagi saya untuk menjadikannya sebagai kebijakan,” ungkap Isyak.
Dalam sesi tanya jawab, Isyak menerima kritik tajam dari masyarakat terkait kebijakan rumah subsidi.
“Ada yang bertanya, ‘Bapak ke mana saja selama lima tahun?’ Saya menghargai kritik itu dan tidak perlu membela diri. Jika memang saya belum melaksanakan, saya akui dan mohon maaf. Saya berkomitmen untuk memperbaiki semuanya dimasa saya menjadi kepala daerah,” tegasnya.
Acara ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat, termasuk pengusaha, generasi Z, tenaga pendidik, dan ibu-ibu yang membawa berbagai perspektif tentang pembangunan, pendidikan, dan UMKM.
Meskipun hanya dapat menampung sekitar 40 orang karena keterbatasan tempat, namun partisipasi masyarakat sangat aktif.
Isyak juga mengungkapkan rencananya untuk mengadakan acara “Jewer” jilid kedua dalam waktu dekat.
Ia berharap lebih banyak masyarakat berani hadir untuk menyampaikan kritik dan evaluasi terkait kinerjanya selama menjabat sebagai Wakil Bupati Belitung periode 2018-2023 lalu.
“Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menitipkan program mereka sambil ‘mengancam’ kami jika tidak dikerjakan,” ungkap Isyak.
Ia merasa kegiatan ini menarik dan menyenangkan karena bisa bercengkerama dengan warga yang memiliki banyak unek-unek.
Menjelang debat publik kedua nanti, ia pun menegaskan bahwa mereka akan tetap berjalan dengan apa adanya, tanpa rekayasa, dan akan menyampaikan apa yang telah mereka kerjakan selama ini kepada masyarakat.
Kampanye Dialogis ini menunjukkan komitmen pasangan IM untuk mendengarkan suara masyarakat dan menjadikan masukan sebagai landasan dalam program kerja mereka ke depan. (Angga)







