Home / Belitong Environment

Rabu, 9 April 2025 - 20:30 WIB

Lahan Persawahan Ditimbun Jadi Perumahan, DPUPR Belitung Temukan Indikasi Pelanggaran

Suasana peninjauan kondisi saluran irigasi persawahan yang mengalami penyempitan di Desa Air Pelempang Jaya, Rabu 9 April 2025.

Suasana peninjauan kondisi saluran irigasi persawahan yang mengalami penyempitan di Desa Air Pelempang Jaya, Rabu 9 April 2025.

BelitongToday, Tanjungpandan – Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani dan Kepala DPUPR Belitung Edi Usdianto beserta rombongan melakukan peninjauan di kawasan irigasi Desa Air Pelempang Jaya, Rabu 9 April 2025.

Peninjauan ini dilaksanakan untuk melihat lebih dekat indikasi alih fungsi lahan di lokasi tersebut.

Pasalnya kawasan yang awalnya adalah untuk persawahan kini malah ditimbun. Kabarnya lokasi itu akan dibangun sebuah kawasan perumahan.

Menanggapi hasil peninjauan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Belitung, Edi Usdianto menemukan adanya indikasi alih fungsi lahan.

Hal ini bisa mengarah kepada pelanggaran peraturan daerah, sebab sebelumnya tidak pernah ada perubahan peruntukan tata ruang di kawasan itu.

Baca Juga  Tuan Rumah Pertemuan WOA 2022, Ridwan Berharap Babel Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan Laut

“Tadi kawasan persawahan sudah ditimbun untuk rencana pembangunan kawasan perumahan hal itu tentunya sudah melanggar tata ruang,” ungkapnya kepada awak media usai peninjauan, Rabu 9 April 2025.

Sangat disayangkan pula, kawasan sepadan aliran sungai yang seharusnya tidak boleh ada aktivitas penambangan malah ditambang oleh masyarakat.

Kondisi ini, kata Edu, sapaan akrabnya mempengaruhi kawasan sawah di hilirnya kemudian saluran irigasi terjadi penyempitan, ketika hujan lebat bisa memicu banjir.

“Kita hanya mengimbau ke masyarakat jangan lagi melakukan penimbunan di saluran irigasi mata air sawah,” pungkasnya.

Baca Juga  Jaga Kebersihan Destinasi Pantai Tanjung Kelayang, Berikut Cara Unik Kades Keciput

Padahal apabila mengacu kepada aturan yang berlaku kawasan saluran irigasi sudah sangat jelas tidak boleh dirambah masyarakat.

“Dulu sewaktu kami di DLH Belitung kami pernah turun dengan bagian Tata Pemerintahan dan Hukum Setda Pemkab Belitung beserta tim yang lengkap dan sudah kami pasang patok,” bebernya.

Namun kini berdasarkan hasil peninjauan tadi, aktivitas penimbunan terindikasi sudah melebihi dari patok atau batas yang dipasang sebelumnya.

“Apabila saluran irigasi sudah dirambah maka akan mengganggu stabilitas irigasi di persawahan dan jika terjadi hujan lebat maka tidak bisa menampung air secara maksimal,” terangnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Environment

Kondisi Cuaca Membaik, KSOP Tanjungpandan Izinkan Kapal Berlayar

Belitong Environment

Gunung Anak Krakatau Tercatat Empat Kali Erupsi Sejak Awal Tahun

Belitong Environment

H-1 Idul Fitri 1445 Hijriah, Mulai Terjadi Peningkatan Volume Sampah di Pasar Tanjungpandan
PT Timah

Belitong Environment

Suara Masyarakat Damar, Minta PT Timah Tidak Menambang di Bibir Pantai

Belitong Environment

DLH Belitung Imbau Pedagang Takjil Sediakan Kantong Sampah
Kota

Belitong Environment

Baru Dua Kota di Belitung Timur Miliki RDTR, Padahal Penting untuk Penataan Kota

Belitong Environment

Hujan Sejak Pagi Hari, BPBD Belitung Sebut Sejumlah Daerah Mulai Terendam Banjir

Belitong Environment

Selain Desa Wisata Iding-Iding dan Bank Sampah, Berikut Capaian Politeknik Belitung Sepanjang Tahun 2022