Home / Belitong Humanities

Sabtu, 10 Mei 2025 - 16:19 WIB

Jaga Nilai Sejarah, Muktamar Perlawanan Rakyat Belitong Akan Digelar!

Suasana hangat menyelimuti diskusi di Sekretariat Komunitas Diskusi 17 Belitong, Desa Air Saga, Belitung pada Jumat 9 Mei 2025 malam.

Suasana hangat menyelimuti diskusi di Sekretariat Komunitas Diskusi 17 Belitong, Desa Air Saga, Belitung pada Jumat 9 Mei 2025 malam.

BelitongToday, Tanjungpandan – Suasana Jumat malam, 9 Mei 2025 di Sekretariat Komunitas Diskusi 17 Belitong, Jl. Air Serkuk terasa berbeda. Di ruang sederhana itu, sejarah kembali dibuka, dirangkai dalam diskusi hangat tentang rencana Muktamar memperingati Hari Perlawanan Rakyat Belitong.

Diskusi yang berlangsung di Desa Air Saga, Tanjungpandan ini menghadirkan sejumlah tokoh lintas profesi. Ada Rizali Abusama selaku Ketua Komunitas Diskusi 17, Hasimi sebagai sekretaris, hingga tokoh-tokoh intelektual Belitung seperti Abdul Hadi Adjin, Suryadi Saman, dan Nazalius.

Tak ketinggalan Aktoris Candra, seorang praktisi hukum ikut menyuarakan pandangannya. Malam itu, lebih dari sekadar agenda temu wicara, diskusi berkembang menjadi refleksi mendalam atas identitas kolektif masyarakat Belitung.

Baca Juga  Kadiskominfo Belitung Masuki Masa Purna Tugas, Perwabel Serahkan Cinderamata

Hasimi membuka cerita dengan kilas balik kelahiran komunitas ini pada 21 November 2017, di terminal angkot Tanjungpandan. Diskusi perdana mereka kala itu membahas sampah di kawasan pantai Tanjung Pendam, menunjukkan kepedulian mereka pada isu lokal.

Komunitas ini tumbuh menjadi ruang lintas keahlian, bergerak dalam misi sosial dan pelestarian nilai.

“Kami ingin Belitung dibangun bersama, oleh orang-orang yang punya visi dan karakter,” ucap Hasimi penuh harap.

Ia menegaskan, peringatan Hari Perlawanan Rakyat Belitong setiap 25 November bukan milik satu desa, melainkan seluruh masyarakat Belitung. Dalam sejarahnya, 21 pejuang gugur di berbagai titik, mulai dari Air Seruk, Paal Satu, hingga Selat Nasik.

Baca Juga  Kukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Belitung, Sanem Sebut Tantangan Dunia Pendidikan Semakin Berat

Kisah Marsidi Judono tahun 1947 pun diangkat kembali. Beliau adalah sosok yang mengarahkan perjuangan Belitung agar selaras dengan semangat kebangsaan. Sayangnya, Hasimi menyesalkan, banyak anak muda kini lupa sejarah penting ini.

Di tengah semangat kebersamaan yang terus terjaga, Komunitas Diskusi 17 bersiap menggelar peringatan Muktamar pada 12–13 Juli 2025 mendatang.

Bukan sekadar ajang temu, momen ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus silaturahmi lintas generasi, menegaskan bahwa diskusi bukan hanya soal gagasan, tapi juga soal merawat ingatan dan nilai.

Share :

Baca Juga

Bela Negara

Belitong Humanities

Tumbuhkan Sikap Patriotisme dan Nasionalisme, 50 Pelajar di Beltim Ikuti Pelatihan Bela Negara

Belitong Humanities

Hasil Uji Lab Satu Pasien Suspek Cacar Monyet di Belitung Negatif, Masyarakat Diimbau Tenang

Belitong Humanities

APDESI Belitung Minta Tunjangan Gaji ke-13 dan THR

Belitong Humanities

Peringati Hari Disabilitas Internasional 2022, Wabup Belitung Gelorakan Semangat Kolaborasi bukan Diskriminasi

Belitong Humanities

DKPP Belitung Sambut Baik Program Bantuan Mesin Pompa Air Bahan Bakar Elpiji

Belitong Humanities

Banser Belitung Turunkan 30 Personel, Amankan Perayaan Natal
Komite Reformasi untuk Belitung

Belitong Humanities

Aksi Damai Komite Reformasi untuk Belitung Masa Depan Ditunda, Ini Alasannya

Belitong Humanities

Pererat Tali Silaturahmi, Abpednas Belitung Gelar Halal Bihalal dan Silaturahmi di Kolong Keramik