Home / Belitong Humanities

Rabu, 9 Juli 2025 - 10:01 WIB

‎Jangan Sampai Hilang dan Terlupa, Wabup Beltim Ajak Lestarikan Bahasa Daerah

Wabup Belitung Timur, Khairil Anwar (tengah) (BelitongToday/Diskominfo SP Beltim)

Wabup Belitung Timur, Khairil Anwar (tengah) (BelitongToday/Diskominfo SP Beltim)

BelitongToday, Manggar – Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar mengajak seluruh sekolah di Kabupaten Beltim untuk mengambil peran aktif dalam melestarikan bahasa daerah.

Menurutnya, jika tidak dimulai sekarang, bahasa Belitung bisa hilang dan tidak dikenal lagi oleh generasi muda.

Hal ini disampaikan Khairil usai kegiatan Pembinaan Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026 di SD Negeri 3 Manggar, Senin 7 Juli 2025 lalu.

‎Ia menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam dunia pendidikan, bukan hanya fokus pada akademik semata.

“Coba lihat anak-anak kita sekarang, banyak yang sudah tidak bisa bahasa Belitong. Mereka dari kecil sudah terbiasa bicara dalam bahasa Indonesia. Ini tanda bahaya,” ujarnya.

Khairil menilai sekolah harus menjadi tempat pertama yang mengajarkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.

Baca Juga  Tingkatkan Ketertiban dalam Berlalu Lintas, Polres Belitung Gelar Operasi Zebra Menumbing 2022

Ia bahkan mendorong agar pembelajaran bahasa Belitong masuk dalam kegiatan rutin sekolah, seperti muatan lokal, lomba berbahasa daerah, hingga tradisi seperti berebut lawang yang bisa digunakan sebagai sarana belajar.

“Waktu saya jadi camat dulu, saya bikin lomba ‘begalor, lomba berbahasa Belitong. Dan itu disambut baik. Sekarang harus kita hidupkan lagi,” kata Khairil.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya tugas dinas kebudayaan, tapi juga tanggung jawab dunia pendidikan. Bahasa adalah jati diri daerah, dan tanpa itu, generasi muda akan kehilangan akar mereka.

‎“Bahasa itu bukan sekadar alat komunikasi, tapi warisan. Kalau tak kita ajarkan, anak-anak kita akan tumbuh tanpa tahu siapa dirinya,” tegasnya.

Baca Juga  Ini Rancangan Perpres Baru Soal Penertiban Kawasan Hutan, Percepat Penyelesaian Masalah Tata Kelola Hutan

Selain pelestarian bahasa, Khairil juga menyinggung soal pentingnya penggunaan seragam sekolah. Ia menegaskan bahwa seragam bukan sekadar aturan berpakaian, melainkan simbol identitas dan kekhasan tiap sekolah.

“Seragam itu bukan cuma baju. Di situ ada ciri khas, ada kebanggaan sekolah. Jadi penting dijaga,” ujarnya.

Ia meminta agar hal ini bisa dikomunikasikan dengan baik kepada orang tua, sehingga tidak menjadi beban, melainkan bentuk komitmen bersama dalam membentuk karakter dan disiplin siswa.

“Ini wajib, tinggal dikomunikasikan saja dengan orang tua agar tidak menjadi beban,”pungkas Khairil. (Angga/Rel)

Share :

Baca Juga

Tim SAR

Belitong Humanities

Hilang Selama 12 Hari, Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Kakek Rahman dalam Kondisi Selamat
Penghargaan Pengawasan Kearsipan

Belitong Humanities

Pemkab Beltim dapat Penghargaan Pengawasan Kearsipan Terbaik dari ANRI
Hari Lahir Pancasila

Belitong Humanities

SMA Negeri 1 Manggar Peringati Hari Lahir Pancasila

Belitong Humanities

Jaga Nilai Sejarah, Muktamar Perlawanan Rakyat Belitong Akan Digelar!

Belitong Humanities

BKKBN RI Gelar Rakornis Pengendalian Penduduk, Hasto Wardoyo Ingatkan Soal Bonus Demografi

Belitong Humanities

Pimpin Doa untuk Palestina, Suara Mikron Berat dan Meneteskan Air Mata
Operasi Patuh Menumbing 2023 Belitung Timur

Belitong Humanities

Polres Belitung Timur Resmi Gelar Operasi Patuh Menumbing 2023, Ini Sasaran Pelanggaran
Politeknik Belitung

Belitong Humanities

Dubes Uzbekistan untuk Indonesia Isi Kuliah Umum di Politeknik Belitung