Home / Belitong Humanities

Senin, 28 Juli 2025 - 12:16 WIB

‎Aksi Demontrasi Massa FPMB Ditunda, Ternyata Ini Alasannya!

Massa dari FPMB saat tiba di kantor DPRD Belitung, Senin 28 Juli 2025 (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

Massa dari FPMB saat tiba di kantor DPRD Belitung, Senin 28 Juli 2025 (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

BelitongToday, Tanjungpandan – Forum Perjuangan Masyarakat Belantu (FPMB) sebelumnya dijadwalkan akan melaksanakan aksi demonstrasi di halaman kantor DPRD Belitung pada, Senin 28 Juli 2025.

Hal ini berdasarkan surat pemberitahuan yang disampaikan kepada Polres Belitung dan instansi terkait lainnya.

Aksi demontrasi ini dilaksanakan sehubungan konflik antara masyarakat tujuh desa yakni Membalong, Perpat, Lassar, Simpang Rusa, Kembiri, Membalong, dan Perawas dengan PT. Foresta Lestari Dwikarya belum juga tuntas.

Namun rencana aksi demonstrasi tersebut sementara waktu ditunda.

‎”Setelah koordinasi dengan Kapolres Belitung, Bupati Belitung, dan Ketua DPRD Belitung bahwa demo itu bukan sesuatu hal yang dianggap baik walaupun secara langsung dilindungi undang-undang, toh tidak ada salahnya segala sesuatu permalasahan itu diselesaikan dengan musyawarah mufakat ataupun RDP,” ucap Koordinator FPMB Belitung, Minggu saat ditemui di gedung DPRD Belitung, Senin 28 Juli 2025.

Baca Juga  Idul Adha 1446 Hijriah, Polres Belitung Sembelih 10 Hewan Kurban

Dari alasan itulah, lanjut Minggu, mengapa pada hari ini mereka menunda aksi demonstrasi di gedung DPRD Belitung yang direncanakan sebanyak 1.200 orang massa.

‎Minggu bilang berdasarkan hasil koordinasi dengan Bupati Belitung dan Ketua DPRD Belitung mereka siap untuk berkunjung atau datang menemui masyarakat Dusun Air Gede, Desa Kembiri, Membalong.

‎”Tinggal mengatur waktu, kalau Ketua DPRD Belitung bisanya di atas tanggal 1 Agustus nanti kami buatkan surat undangan lewat kepala desa, cuma sebenarnya merekalah yang menentukan agenda mereka,” imbuhnya.

Baca Juga  Mudik Lebaran, Bandara H.AS Hanandjoeddin Catat Peningkatan Pergerakan Penumpang

Minggu berharap ketika Bupati Belitung dan Ketua DPRD Belitung berkunjung ke Dusun Air Gede, Desa Kembiri dapat menyerap segala aspirasi masyarakat.

Hal ini lantaran konflik masyarakat Air Gede dengan pihak PT. Foresta Lestari Dwikarya belum menemui titik temu yang sudah memakan waktu sekitar dua tahun.

Dia menejelaskan, tuntutan masyarakat dengan PT. Foresta Lestari Dwikarya masih tetap sama yakni soal tuntutan pokok yaitu plasma 20 persen.

‎”Kemudian berdasarkan dokumen perizinan yang kami punya, yang dikeluarkan dan sebenarnya kami dapatkan dari pemerintah daerah juga, masalah perizinan mereka dari pandangan kami meragukan,” tutupnya.  (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Pj Bupati Belitung Terima Audiensi Forum Perparkiran Belitung, Suasana Hangat dan Akrab Begitu Terasa
festival anak sholeh 2023

Belitong Humanities

Tumbuhkan Karakter Islami dan Akhlak Mulia, Pemdes Dukong Gelar Festival Anak Sholeh
Idul Fitri

Belitong Humanities

Rayakan Idul Fitri Terakhir Sebagai Bupati Belitung, Sanem Pamit ke Masyarakat
ASN Purnabakti

Belitong Humanities

Lepas ASN yang Purnabakti, Sanem: Terima Kasih atas Dedikasi dan Pengabdian

Belitong Humanities

Lewat programZ-Auto, Baznas Belitung Bantu Syaiful Alam Penyandang Disabilitas Kembangkan Usaha

Belitong Humanities

APDESI Belitung Minta Tunjangan Gaji ke-13 dan THR
Baznas Belitung

Belitong Humanities

Undang Awak Media, Baznas Belitung Paparkan Capaian Kinerja 2022

Belitong Humanities

Dalam Rangka Hari Pahlawan 10 November, Sejumlah Veteran Mendapatkan Penghargaan