BelitongToday, Manggar – Masyarakat Belitung Timur (Beltim) yang berburu takjil selama Ramadan tidak perlu khawatir. Hasil uji laboratorium terhadap 25 sampel makanan dan minuman berbuka puasa di kawasan Manggar menunjukkan seluruhnya aman dan bebas dari bahan berbahaya.
Pengujian tersebut dilakukan dalam kegiatan Intensifikasi Pengawasan Pangan Ramadan dan Jelang Idulfitri 2026 di kawasan Taman Kota Manggar, Senin (9/3/2026) sore. Pengambilan sampel dilakukan secara acak di sepanjang Jalan Pasar Manggar hingga kawasan Taman Kota Manggar.
Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Belitung, Asruddin, mengatakan sampel takjil yang diuji diambil dari empat lokasi berbeda yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Sampel terutama diambil dari makanan dan minuman yang memiliki warna mencolok.
“Hari ini kita menguji 25 sampel. Semuanya aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. Sampel diambil dari empat lokasi, mulai dari kawasan pasar hingga sekitar Taman Kota Manggar,” kata Asruddin.
Ia menjelaskan pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, seperti Rhodamin A, Rhodamin B, Metanil Yellow, dan boraks.
“Dari hasil pengujian semuanya negatif. Artinya tidak ditemukan kandungan empat bahan berbahaya tersebut,” jelasnya.
Meski hasil pengujian menunjukkan kondisi yang aman, pengawasan pangan akan terus dilakukan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Beltim.
Selain jajanan takjil, pengawasan juga difokuskan pada produk pangan di toko dan retail guna memastikan tidak ada produk rusak maupun kedaluwarsa yang masih beredar di pasaran.
“Untuk jajanan relatif aman. Namun kami juga fokus pada retail agar tidak ada pangan rusak atau melewati masa kedaluwarsa yang masih dijual,” ujarnya.
Kegiatan pengawasan serupa rencananya akan dilanjutkan di sejumlah kecamatan lain, seperti Dendang, Kelapa Kampit, dan Renggiang.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, yang turut meninjau kegiatan tersebut menyebut hasil pengujian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat.
“Tadi kita melihat langsung proses pengecekannya dan semuanya negatif. Artinya sangat baik, tidak ada masalah. Masyarakat Beltim juga sudah mulai memahami mana yang baik dan mana yang tidak,” kata Kamarudin.
Menurut Kamarudin, Pemkab Beltim sebelumnya juga telah melakukan pengambilan ratusan sampel makanan melalui Puskesmas di beberapa lokasi yang tidak bersinggungan dengan pengujian BPOM.
“Kita berharap para pedagang tetap menjaga kualitas makanan agar masyarakat dapat menikmati hidangan berbuka puasa dengan aman,” harapnya. (Tim/Rel)
![]()







