BelitongToday, Tanjungpandan – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Kabupaten Belitung menunjukkan sinergi positif dalam menyambut tahun baru Islam. Kolaborasi yang terdiri dari GP Ansor Belitung, Pemuda Muhammadiyah Belitung, dan DPD KNPI Belitung sukses menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Tanjungpandan, Minggu (21/6) malam.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Belitung, Edy Paryanta, menegaskan bahwa momentum 1 Muharam tidak boleh sekadar dipandang sebagai rutinitas tahunan atau kegiatan seremonial belaka.
“Kegiatan malam ini adalah sebagai langkah awal evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kami sengaja mengangkat tema pemuda hijrah dalam kegiatan ini,” ujar Edy.
Menurutnya, bulan Muharam merupakan waktu yang sangat tepat bagi seluruh elemen pemuda untuk melakukan hijrah nyata, yaitu dengan menggeser kebiasaan yang kurang baik menjadi perbuatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Inisiatif dan kolaborasi apik dari tiga organisasi kepemudaan ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Belitung.
Staf Ahli Bupati Belitung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat, Salman Alfarisi, menyatakan rasa bangganya atas pergerakan aktif para pemuda di daerah tersebut.
“Ini adalah momentum yang baik di mana kita masih diberikan kesempatan bertemu dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Makna terdalam dari peringatan ini adalah melakukan kilas balik atas apa yang sudah kita lakukan di tahun sebelumnya, apakah sudah baik atau belum,” kata Salman.
Salman juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menyimak dengan khidmat tausiyah agama, serta berharap nilai-nilai kebaikan yang diperoleh dapat diterapkan untuk kemajuan dan keberlanjutan dampak positif di Kabupaten Belitung.
Intisari Tausiyah: 3 Amalan Utama di Bulan Muharam
Acara tersebut menghadirkan Ustaz Heikal Fackar Lc yang memberikan tausiyah agama yang menyentuh hati para jamaah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan mahalnya nikmat menghadiri majelis ilmu di tengah kesibukan harian, serta menguraikan kedahsyatan membaca shalawat nabi untuk melembutkan hati.
Menutup tausiyahnya, Ustaz Heikal memaparkan sejarah mulia bulan Muharam sebagai salah satu bulan yang diharamkan untuk berperang, sekaligus menganjurkan tiga amalan utama bagi kaum muslimin memperbaharui niat, memperbanyak Istighfar, meningkatkan puasa Sunah:
”Karena puasa di bulan Muharam merupakan puasa yang paling utama (afdhal) setelah bulan suci Ramadhan,” pungkas Ustaz Heikal. (Nazriel)
![]()







