BelitongToday, Tanjungpandan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung mencatat sebanyak 582 kejadian bencana dan penanganan darurat terjadi di wilayah Belitung sepanjang tahun 2026.
Jumlah tersebut didominasi oleh dua peristiwa utama, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kejadian penyelamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung, Zainal Harison, merincikan bahwa dari keseluruhan penanganan darurat tersebut, kejadian penyelamatan mencatatkan angka tertinggi sebanyak 281 kasus, disusul karhutla sebanyak 279 kejadian.
Selain itu, BPBD Belitung juga menangani 10 kejadian kebakaran bangunan, lima kebakaran lainnya, empat peristiwa angin kencang, serta tiga kejadian banjir rob.
Mengingat tingginya potensi ancaman bencana di wilayah tersebut, BPBD Belitung melalui Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan menguatkan kapasitas warga dengan menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana” ini bertujuan agar masyarakat senantiasa siap menghadapi situasi darurat.
Zainal menegaskan bahwa paradigma masyarakat yang selama ini lebih banyak berfokus pada kegiatan pascabencana, seperti penanganan darurat (emergency response) dan pemulihan (recovery), harus segera diubah ke arah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini, mengingat bencana dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi.
Guna memberikan pemahaman yang menyeluruh, sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait.
Perwakilan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memaparkan pengenalan risiko bencana, langkah pencegahan, hingga teknis kesiapsiagaan. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan edukasi mengenai cuaca, iklim, dan pemahaman terhadap peringatan dini bencana hidrometeorologi.
Tak ketinggalan, materi pertolongan pertama pada gawat darurat, menjaga kesehatan, serta pentingnya saling menguatkan antarwarga saat bencana melanda turut dibekalkan oleh Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang.
Lewat rangkaian edukasi ini, masyarakat Belitung diharapkan tidak hanya memahami jenis dan penyebab bencana, tetapi juga mampu mengambil tindakan tanggap darurat yang tepat sekaligus menjadi media informasi bagi lingkungan sekitarnya. (Nazriel Semesta)
![]()







