BelitongToday, Sijuk – Yayasan Belitung Wanita Cemerlang menggelar seminar edukasi dan psikologi bagi ratusan pelajar SMA Negeri 1 Sijuk, Kabupaten Belitung, pada Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang ditujukan untuk siswa-siswi kelas X, XI, dan XII ini mengusung tema “Masa Depan di Tanganmu: Jauhi Seks Bebas, Hindari Pernikahan Dini”.
Ketua Yayasan Belitung Wanita Cemerlang, Vina Cristyn Ferani, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk membentengi generasi muda dengan pemahaman pentingnya menjaga diri serta mengutamakan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi kepada anak-anak agar mereka memahami pentingnya menjaga diri, menjauhi seks bebas, dan menghindari pernikahan dini. Masa depan mereka masih panjang dan pendidikan harus menjadi prioritas,” kata Vina dalam keterangannya, Senin (21/9).
Menurut Vina, pernikahan di usia anak dapat membawa dampak panjang terhadap keberlanjutan masa depan dan masa studi para siswa.
Edukasi ini diharapkan mampu menjadi benteng pencegahan secara persuasif.
Dalam pelaksanaannya, seminar menghadirkan Psikolog RSUD Marsidi Judono, Lusiana Mariani Silalahi, sebagai narasumber utama. Para peserta dibekali materi psikologi remaja, cara membentengi pergaulan, hingga pentingnya mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan.
Tak hanya fokus pada aspek psikologis dan pergaulan, kegiatan ini juga menggandeng BRI Tanjungpandan untuk memberikan literasi keuangan sejak dini. Para pelajar diajak memahami pentingnya menabung dan menerapkan pola hidup hemat.
Acara tersebut juga mendapat dukungan resmi dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Belitung.
Vina menambahkan, program edukasi seperti ini tidak akan berhenti di SMAN 1 Sijuk saja, melainkan diproyeksikan berjalan secara konsisten setiap bulan hingga akhir tahun 2026.
![]()
Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Kecamatan
Kepala SMAN 1 Sijuk, Eny Susilowaty, menyambut positif kolaborasi edukatif tersebut. Ia menilai materi psikologi dan pengelolaan pergaulan sangat dibutuhkan oleh siswa-siswinya.
“Seminar psikologi ini membuka wawasan anak-anak kami, sehingga mereka mendapat pengetahuan mana yang boleh dan mana yang tidak untuk dilakukan,” ujar Eny.
Ia berharap nilai-nilai yang dipelajari, termasuk kebiasaan mengatur keuangan dan hidup hemat, dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Sijuk, Yovianti, turut menegaskan pentingnya edukasi ini di tengah tantangan pergaulan remaja masa kini.
“Kita mengajak para siswa untuk fokus pada pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta membangun cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” pungkas Yovianti. (Adoy)
![]()







