BelitongToday, Tanjungpandan – Hari pertama penerapan kebijakan ganjil genap di Kabupaten Belitung langsung menyita perhatian publik.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Senin 21 September 2026.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, turun langsung meninjau situasi di lapangan untuk memantau kelancaran distribusi sekaligus mengawasi dinamika yang terjadi.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan peninjauan lapangan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari ke depan dan diharapkan berjalan lancar serta kondusif.
“Hasil dari peninjauan kita hari ini, kegiatan ini akan kita laksanakan selama tiga hari ke depan. Mudah-mudahan besok pelaksanaannya juga berjalan lancar,” ujar Syamsir, Senin 21 September 2026.
Ia juga menambahkan, “Hari ini kita telah melaksanakan peninjauan lapangan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari. Mudah-mudahan untuk hari-hari berikutnya, termasuk besok, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan kondusif,” bebernya.
Berdasarkan hasil evaluasi dalam dua hari terakhir, pemerintah daerah mencatat ada beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian bersama demi menjaga stabilitas daerah.
Terkait hal tersebut, Syamsir mengimbau masyarakat umum, khususnya pengemudi kendaraan pribadi, agar tidak melakukan pengisian bahan bakar secara berulang-ulang.
“Jika kendaraan sudah diisi, silakan digunakan secukupnya. Jangan kembali mengantre jika tangki masih mencukupi, agar tidak terjadi penumpukan dan antrean panjang,” tegasnya.
Menanggapi dinamika kultur di lapangan, pemerintah daerah juga memperhatikan aktivitas saudara-saudara yang melakukan kegiatan “ngerit” BBM.
Syamsir menyatakan bahwa pihaknya telah mengarahkan dan mencarikan solusi terbaik, termasuk menyiapkan waktu khusus dengan catatan harus sesuai komitmen dan data yang valid.
“Kami menunggu data resmi dari mereka untuk memastikan penyaluran tepat sasaran langsung kepada eceran, bukan disalahgunakan, mengingat harga di tingkat luar sempat melambung tinggi hingga Rp18.000 sampai Rp19.000,” ungkapnya.
Selain itu, guna mengatasi masalah antrean, pemerintah meminta komitmen dari pihak Pertamina agar jadwal pembongkaran BBM diusahakan pada sore hingga malam hari.
Langkah ini bertujuan agar pada pukul 07.00 pagi, seluruh SPBU dapat beroperasi secara serentak tanpa hambatan.
“Selama ini, bongkar muatan di pagi hari sering kali memicu antrean panjang karena masyarakat harus menunggu proses selesai. Dengan ketersediaan stok yang siap sejak pagi di setiap SPBU, masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir atau berebut,” tutupnya. (Nazriel Semesta)
![]()







