BelitongToday, Tanjungpandan – Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Belitung, Kamis 1 Oktober 2026.
Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya membuktikan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata, mulai dari menyikapi persoalan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga menjaga keikhlasan dalam bekerja tanpa terjebak gimik media sosial.
Di hadapan para peserta upacara, Djoni mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar slogan yang dihafal, diucapkan, atau dipajang di dinding kantor. Menurutnya, inti sari Pancasila justru diuji pada situasi-situasi krusial dalam kehidupan sehari-hari.
Media Daulat Rakyat
”Pancasila justru diuji ketika keadaan sedang sulit, ketika kepentingan kita bertemu dengan kepentingan orang lain, ketika tidak ada yang mengawasi, dan ketika kita memiliki kesempatan untuk mengambil lebih dari yang seharusnya. Di sinilah integritas kita diuji,” tegas Djoni.
![]()
Uji Moral di Tengah Keterbatasan BBM
Menyinggung persoalan yang dirasakan masyarakat Belitung akhir-akhir ini terkait ketersediaan dan antrean BBM, Djoni menilai hal tersebut tidak hanya menguji sistem distribusi, tetapi juga moral kolektif masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk menguji diri: apakah mau tertib, mau berbagi, dan memikirkan pengendara lain yang berada di antrean belakang.
”Pemerintah tentunya harus memperbaiki sistem, memperkuat pengawasan, dan menindak pelanggaran. Tetapi, masyarakat juga mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga ketertiban dan keadilan bersama, karena Pancasila mengajarkan kita bahwa kepentingan pribadi tidak boleh mengalahkan kepentingan bersama,” imbuhnya.
![]()
Kritik Budaya Pamer di Media Sosial
Dalam amanatnya, Bupati Belitung juga menyoroti fenomena budaya kerja masa kini yang kerap terjebak dalam pencitraan instan akibat kemudahan bermedia sosial. Sedikit bekerja ingin terlihat, sedikit membantu langsung ingin dipublikasikan.
Djoni menegaskan dirinya tidak menentang keterbukaan informasi maupun dokumentasi kinerja pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar aparatur dan masyarakat tidak terjebak bekerja semata-mata demi pengakuan publik.
”Ada kebaikan yang tidak perlu dikamera, ada pelayanan yang tidak perlu dipublikasi, dan ada pertolongan yang cukup diketahui Allah SWT. Pekerjaan yang mungkin tidak pernah masuk media sosial, tapi manfaatnya dirasakan oleh orang banyak, itulah keikhlasan dalam pengabdian,” ujar Djoni penuh penekanan.
Ia ingin membangun budaya kerja di Belitung yang berorientasi pada kemanfaatan nyata, bukan sekadar panggung pencari tepuk tangan atau siapa yang paling sering muncul di layar gawai. (Nazriel Semesta)
![]()







