BelitongToday, Tanjungpandan – Siswa SMP Regina Pacis mengantre dana PIP di bank BRI Siburik Tanjungpandan, Jumat (27/1).
Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah untuk peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Syarat penerima PIP adalah peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan peserta didik dari keluarga/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus.
Peserta didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera, dan yang berstatus yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan.
Juga, peserta didik yang terkena dampak bencana alam, yang tidak bersekolah (drop out) dan diharapkan kembali bersekolah, serta peserta didik yang mengalami kelainan fisik.
Ada sekitar belasan siswa SMP Regina yang antre PIP di bank BRI.
Menurut Zuleha, staf bagian bidang SMP Disdikbud Belitung kepada BelitongToday, bahwa usulan dari dinas hanya sebanyak 92 orang penerima.
“Sebanyak 92 orang siswa ini sudah terverifikasi faktual dan memang benar-benar dari kalangan keluarga mampu dan urgent membutuhkan,” jelasnya.
Pengusulan siswa penerima PIP telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Para penerima PIP adalah siswa kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial Belitung.
“Ia memaparkan adanya usulan dari pemangku kepentingan lainnya yaitu salah satunya dari Komis X DPR RI dan itu di luar kewenangan kami,” terangnya.
Sementara itu, Supervisor BRI Cabang Siburik Tanjungpandan, Ilham, mengatakan mereka hanya menerima data dari dinas lalu pihak bank sebagai penyalur.
Ilham memang mengatakan bahwa ada satu sekolah swasta lain yang pernah datang ke bank BRI untuk mengambil dana PIP tersebut.
Ilham mengaku tidak bisa menyebutkan data secara spesifik.
“Kami juga merasa tidak pantas untuk menentukan mana yang berhak dan yang tidak berhak menerima,” ungkapnya. (Lia)







