BelitongToday, Tanjungpandan – Salah seorang pasien Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah Marsidi Judono (RSMJ) Kabupaten Belitung, Entin (53) mengeluhkan perubahan pendaftaran layanan Poliklinik RSMJ Belitung dari manual (offline) menjadi daring (online).
Pasalnya, perubahan mekanisme pendaftaran tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan pasien dan antrean yang cukup panjang.
“Berbeda dengan kondisi tata cara pendaftaran sebelumnya meski ada pendaftaran online namun tidak menumpuk seperti pagi ini,” katanya.
Ia datang ke RSMJ Belitung untuk melakukan kontrol ulang sesuai jadwal di Poliklinik Paru RSMJ dengan dr. Dena Asnajaya, Sp. P.
Berdasarkan pantauan BelitongToday.com di loket pengambilan nomor pendaftaran online pasien Poliklinik RSMJ Belitung, Kamis (2/2) terjadi antrean penumpukan pasien.
Mereka antre mengambil nomor antrean pendaftaran daring dengan kode “A”, sementara petugas yang melayani terbatas.
Terlihat hanya dua orang petugas yang mencetak nomor antrean dan menyerahkannya kepada para pasien.
“Dulu yang daftar online silahkan online, yang manual bisa ambil nomor manual. Namun sekarang yang online malah menimpa antrean yang mendaftar secara manual semuanya nomor antrean kode “A”,” paparnya.
Ia menyayangkan, kondisi ini padahal ia yang merupakan seorang lansia seharusnya mendapat prioritas seperti sistem dan mekanisme pendaftaran berobat sebelumnya.
“Dulu lansia mendaftar dapat nomor antrean kode “C” di loket 3, sedangkan pendaftar online kode “A” di loket dua tanpa tumpang tindih seperti sekarang,” jelasnya sambil memperlihatkan nomor antrean 120.
Menurutnya, kondisi ini sangat tidak efektif karena para pasien menumpuk di tempat pengambilan nomor antrean sedangkan di ruang tunggu poliklinik lengang padahal sudah memasuki jam kerja.
“Hari sudah menunjukkan pukul 09.00.WIB sedangkan petugas loket baru memanggil pasien nomor ke berapa, sangat tidak efektif,” sesalnya.
Ia mendorong, agar manajemen RSMJ Belitung melakukan evaluasi dan sosialisasi lebih masif kepada masyarakat terkait ini.
“Memang kita tidak bisa menutup diri dengan inovasi dan perubahan tetapi kalau seperti ini sangat kita sayangkan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pasien lainnya yang enggan disebutkan namanya juga menyayangkan kondisi ini.
Ia menyayangkan perubahan pengambilan nomor antrean di RSMJ mulai (18/1) lalu yang biasanya bisa pukul 06.00 WIB namun saat ini baru bisa ambil nomor pukul 07.00 WIB.
“Seharusnya layanan itu lebih pagi pukul 06.00 WIB malah ini mundur ke pukul 07.00 WIB,” tandasnya.
Ia berharap manajemen RSMJ Belitung cepat melakukan evaluasi terkait sistem pelayanan seperti ini.
“Bukan tidak baik, namun harus evaluasi agar lebih baik lagi, karena bagaimanapun RSUD Marsidi Judono Belitung adalah RS kebanggaan masyarakat Belitung,” terangnya. (TIM)







