BelitongToday, Tanjungpandan – Ada-ada saja kelakuan dua orang pelajar asal Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Keasyikan mengerjakan tugas sekolah berupa membuat konten keindahan Bukit Tebalu. Mereka malah lupa arah jalan pulang atau turun.
Alhasil keduanya tersesat di bukit yang terletak di Desa Terong, Kecamatan Sijuk, Rabu 25 September 2024 malam
Rekan mereka yang lainnya mendatangi Pos Damkar BPBD Belitung dan melaporkan kejadian orang hilang tersebut.
BPBD Belitung pun sigap menurunkan tim untuk menuju lokasi kejadian.
“Alhamdulillah, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Belitung berhasil menyelamatkan dua orang pelajar yang tersesat di kawasan Bukit Tebalu, Desa Terong pada, Rabu (25/9) malam,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Agus Supriadi.
Ia menjelaskan, dua orang pelajar tersebut dilaporkan hilang di kawasan Bukit Tebalu, Desa Terong, Kecamatan Sijuk, Belitung.
Kejadian tersebut dilaporkan oleh salah seorang temannya yang datang ke Pos Damkar BPBD.
“Salah seorang temannya mendatangi Pos Damkar BPBD Belitung dan melaporkan bahwa ada dua rekannya yang tersesat di kawasan Bukit Tebalu,” ujarnya.
Agus menambahkan, menindaklanjuti laporan tersebut, TRC BPBD Belitung langsung menuju ke lokasi kejadian guna melakukan pencarian dan evakuasi.
“Kami berangkat ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penjemputan terhadap dua pelajar yang dilaporkan hilang tersebut,” katanya.
Setelah melakukan penyisiran di kawasan Bukit Tebalu, lanjut Agus, tim yang dibantu masyarakat setempat berhasil akhirnya menemukan dua orang pelajar tersebut dalam keadaan selamat pada pukul 19.58 WIB.
“Kemudian kami bawa dan evakuasi mereka ke posko basecamp 2 Bukit Tebalu, Desa Terong untuk melakukan pendataan dan diantarkan ke pihak keluarga masing-masing,” katanya.
Keasyikan Bikin Konten
Agus menjelaskan, berdasarkan informasi yang didapatkan dua pelajar tersebut naik ke Bukit Tebalu karena hendak mengerjakan tugas sekolah, namun mereka tidak sadar hari sudah gelap.
“Karena keasyikan membuat tugas mereka ini lupa hari sudah gelap dan ditambah lagi tidak tahu arah jalan turun,” ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya mengimbau para pelajar atau pemuda yang berkegiatan di alam agar dapat melapor ke petugas desa setempat guna meminta izin.
“Apalagi tempat yang sudah ada pengelola sehingga mereka tahu ada orang yang beraktivitas di wilayahnya sehingga mudah memantau kondisi keberadaan maupun keselamatan pengunjung,” paparnya. (Nazriel)







