BelitongToday, Tanjungpandan – Pelaksanaan ibadah Misa Vigili Natal atau Misa Malam Natal di Gereja Katolik Paroki Regina Pacis Tanjungpandan, Belitung berjalan dengan penuh khidmat, Minggu (24/12).
Ibadah Misa Malam Natal dimulai pukul 19.00 WIB dengan dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Regina Pacis Tanjungpandan RD Fransiskus Paskalis. Umat Katolik memadati sisi dalam ruangan gereja. Sebagian lagi para umat mengisi kursi yang disediakan oleh pihak panitia di beranda gereja.
Namun pada perayaan Natal kali ini ada yang terlihat berbeda. Tidak ada hiasan pohon Natal yang menjulang tinggi di sisi halaman gereja yang terletak di jalan Melati, Kelurahan Parit, Tanjungpandan tersebut.
Sekretaris Pipa Paroki Regina Pacis Tanjungpandan, Yohanes Djohan Wijaya mejelaskan pihaknya meniadakan dekorasi pohon Natal besar pada perayaan Natal tahun ini. Alasannya adalah sebagai bentuk solidaritas atas penderitaan yang dialami warga Gaza, Palestina.
“Tahun ini kami tidak membangun hiasan pohon Natal besar sebagai bentuk kepedulian dan bela rasa terhadap warga Gaza, Palestina,” ungkapnya, Minggu (24/12) kemarin.
Akan tetapi, kata Djohan, meskipun tidak ada dekorasi pohon Natal besar di lingkungan gereja. Pihaknya tetap memasang sejumlah dekorasi Natal di dalam ruangan gereja. Hal ini agar suasana Natal tetap kental terasa.
Ia berharap, Natal 2023 membawa pesan perdamaian bagi Israel dan Palestina maupun negara lainnya yang tengah dilanda konflik. Seperti Rusia dan Ukraina agar dapat segera berdamai dan masing-masing menghentikan agresinya.
“Kami memang tidak ada perayaan khusus untuk ini, namun sebagai umat Katolik kita hanya bisa mendoakan, semoga Natal membawa perdamaian yang segera terwujud di sana dan tidak ada lagi peperangan,” harapnya.







