BelitongToday, Tanjungpandan – Masyarakat kota Tanjungpandan kesulitan mendapatkan beras SPHP dalam dua bulan terakhir.
Beras SPHP susah didapatkan baik di pasar, toko, maupun lokasi penjualan lainnya.
Kondisi ini mendapatkan pertanyaan dari masyarakat mengapa sulit menemukan beras SPHP.
Hal ini lantaran beras SPHP sangat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan kualitas baik apalagi di tengah kenaikan harga beras.
Pimca Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman akhirnya memberikan penjelasan soal kelangkaan beras SPHP di pasaran.
Ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu 21 Mei 2025 kemarin, kelangkaan beras SPHP di pasaran karena memang belum mendapatkan izin penyaluran dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Bulog sebagai operator kemudian regulatornya ada di Bapanas jadi memang belum ada izin untuk mengeluarkan beras SPHP,” jelas Syahrianza Rahman.
Dia bilang penghentian penyaluran beras SPHP ini tidak hanya terjadi di wilayah Belitung saja namun juga terjadi di wilayah Indonesia lainnya
“Bukan hanya di Belitung saja karena ini regulasi pusat, di tingkat nasional distribusi beras SPHP terakhir dilakukan pada Maret dan sampai hari ini belum keluar izin penyaluran beras SPHP,” tandasnya.
Bulog Belitung sampai saat ini masih menunggu keluar izin untuk mendistribusikan beras SPHP ke masyarakat. (Nazriel)







